Nasional

Batasi Ekspor, Jokowi: Kemandirian Pangan Sangatlah Penting!

Presiden mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang di bidang pangan.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memutuskan untuk perpanjang kebijakan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021 di Istana Bogor, Senin (2/8/2021).(YouTube/Sekretariat Presiden) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Indonesia diketahui telah membatasi ekspor pangan saat ini.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Jokowi menyebutkan bahwa kemandirian pangan sangatlah penting.

Hal ini terlihat dari yang awalnya 3 negara yang sudah stop ekspor pangan, sekarang sudah menjadi 22 negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri Perayaan 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2022 yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta, pada Jumat (10/6/ 2022).

“Hati-hati dengan ini dan negara-negara lain juga sudah mulai membatasi jejak ekspor pangan. Hati-hati mengenai ini. Kalau kita tidak bisa mandiri urusan pangan ini juga bisa menyebabkan bahaya bagi negara kita. Dari 3 negara yang sudah stop ekspor pangan sekarang sudah menjadi 22 negara ,” katanya.

Oleh karenanya Presiden mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang di bidang pangan.

Peluang tersebut muncul bersamaan dengan masalah yang dialami oleh sejumlah negara yang sedang mengalami kelangkaan pangan akibat ketidakpastian ekonomi global karena pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina.

"Saya ingatkan, yang berkaitan dengan pangan itu hati-hati ke depan, tetapi juga menjadi peluang bagi para pengusaha, utamanya anggota HIPMI untuk masuk ke bidang-bidang ini. Pangan, energi, ini adalah peluang karena diperkirakan hari ini ada kira-kira 13 juta orang yang sudah mulai kelaparan di beberapa negara karena urusan pangan," ujar Presiden.

Baca juga: Bank Indonesia Catat Ada Aliran Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik, Angkanya Fantastis

Presiden mengajak seluruh anggota HIPMI untuk terjun langsung berusaha pada sejumlah komoditas bahan pokok pangan seperti jagung, kedelai, sorgum, hingga porang, terutama mengingat ke depan pangan akan makin dibutuhkan semua negara.

"Saya mengajak kepada seluruh anggota HIPMI untuk masuk ke bidang ini. Tanam jagung, pasti untung karena harganya jagung baik. Tanam yang lain, yang pangan sorgum yang enggak pernah kita tanam, tanam terutama di NTT. Kita sudah mencoba kemarin 40 hektare tumbuh sangat baik di NTT. Porang, ini adalah pangan masa depan, porang karena gluten freebisa ditanam di manapun dan tanaman-tanaman lain yang kita miliki, sagu, singkong, dan lain-lainnya. Ke depan saya pastikan karena ada problem besar yang lebih besar lagi yaitu perubahan iklim, pangan akan menjadi persoalan seluruh negara," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved