Internasional

Waduh, Inflasi AS Sentuh Rekor Tertinggi dalam 40 Tahun, Risiko Masalah Global Mengancam

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (10/6/2022), harga konsumen yang meningkat hingga 8,6 persen secara year-to-year

Tribun-Papua.com/Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden memperingatkan serangan Rusia bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Inflasi Amerika Serikat mencapai 8,6 persen, sehingga ini membuatnya menyentuh rekor inflasi tertinggi dalam 40 tahun belakangan.

Hal ini disebabkan kenaikan harga gas, pangan dan sebagian besar barang serta jasa lainnya di Amerika Serikat pada Mei lalu, meningkatkan inflasi ke level tertinggi selama empat dekade.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (10/6/2022), harga konsumen yang meningkat hingga 8,6 persen secara year-to-year menyebabkan AS mencapai rekor tertinggi sejak 1981.

Angka ini melampaui inflasi yang terjadi pada bulan April sebesar 8,3 persen.

Baca juga: WASPADA! Indonesia Terancam Kena Tsunami Ekonomi, DPR Angkat Bicara

Kenaikan ini menekan Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif.

Pada bulan Mei, inflasi AS secara month-to-month (mtm) mencapai 0,6 persen, angka yang sama juga diperoleh pada bulan April lalu.

Dikutip dari USNews, inflasi ini meningkatkan kekhawatiran masyarakat AS mengenai kenaikan harga energi dan barang-barang lainnya di AS, yang sebelumnya sudah melambung akibat gangguan rantai pasokan dan invasi Rusia ke Ukraina.

“Hampir setiap sektor memiliki inflasi yang lebih tinggi dari biasanya. Ini membuat jalan ke setiap sudut dan celah ekonomi. Itulah hal yang membuatnya memprihatinkan, karena itu berarti kemungkinan akan bertahan,” kata Kepala Penelitian Ekonomi Global di Bank of America, Ethan Harris.

Harga gas di AS naik 4 persen di bulan Mei, dan melonjak hampir 50 persen dalam satu tahun. Harga bahan makanan melonjak 11,9 persen secara year-to-year di bulan Mei, ini merupakan kenaikan terbesar sejak 1979.

Baca juga: Lengserkan KIB, Gerindra, dan Nasdem, Koalisi PKS dan PKB Dibentuk, Ini Capres yang Diusung?

Tarif maskapai dilaporkan ikut naik 38 persen secara tahunan, dan merupakan kenaikan paling tajam sejak tahun 1980.

Inflasi AS yang merajalela memberikan tekanan berat pada keluarga berpenghasilan rendah di AS, karena sebagian besar pendapatan mereka dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan.

The Fed diperkirakan akan menerapkan rangkaian kenaikan suku bunga tercepat dalam tiga dekade.

Dengan menaikkan biaya pinjaman secara tajam, The Fed berharap dapat menurunkan angka inflasi tanpa membawa ekonomi AS ke jurang resesi.

Sebuah laporan dari Bank Dunia yang diterbitkan minggu ini menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi adalah masalah global yang mengancam, karena dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Baca juga: Jokowi Sindir Anak Papua Ini Jadi Penyebab Dirinya Didemo soal Lanjutkan

Untuk 19 negara yang menggunakan mata uang euro, inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga pangan dan bahan bakar mencapai rekor 8,1 persen pada bulan lalu, membuat Bank Sentral Eropa mengumumkan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, mulai Juli mendatang. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved