Hunian Hotel

Curhat Ketua PHRI Papua: Covid-19 Terus Melandai, Tapi Okupansi Hotel Masih di Bawah 30 Persen

Aktivitas perekonomian sudah berangsur pulih, namun belum berdampak positif terhadap okupansi perhotelan, karena masih di bawah 30 persen

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
Ketua PHRI Papua, Syahrir Hasan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kondisi Covid-19 di Kota Jayapura, Provinsi Papua terus melandai. Namun kondisi tersebut belum memberi dampak terhadap tingkat hunian hotel di ibu kota provinsi ini. Berdasarkan data, okupansi perhotelan masih di bawah 30 persen.

Covid-19 Melandai, PHRI Papua Prediksi Okupansi Perhotelan di Jayapura Naik 50 Persen 

Hal itu dikatakan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (BPD PHRI) Papua, Syahrir Hasan kepada Tribun-Papua.com Minggu (12/6/2022). 

"Iya kalau kita lihat di triwulan II ini memang walaupun kondisi Covid-19 sudah menurun drastis, dan aktivitas perekonomian sudah berangsur pulih, namun belum berdampak positif terhadap okupansi perhotelan, karena masih di bawah 30 persen," jelasnya.

Syahrir menyampaikan, kondis perhotelan di Kota Jayapura pada triwulan I tak jauh berbeda dengan triwulan 2 saat ini. 

"Namun, walau sepi tetapi tetap masih ada tamu. Itu harus kita syukuri," sebutnya. 

PHRI Sebut Tingkat Okupansi Hotel di Papua Terkait Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Selain itu, saat ini melihat geliat positif pasca Pandemi Covid-19 lebih kepada peningkatan kunjungan orang ke berbagai kafe di pinggiran Jembatan Merah Youtefa. 

"Karena ada pembatasan jadi memang kafe-kafe di sekitar Hamadi itu, sudah mulai ada peningkatan," kata Syahrir. 

Sementara untuk perhotelan, memang diakuinya masih sepi sehingga diharapkannya dengan berbagai kegiatan ke depannya di Papua, akan mendongkrak okupansi perhotelan di ibu kota Provinsi Papua itu. 

"Kita juga melihat dengan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan, jam aktivitas juga sudah mulai normal, tetapi memang tingkat okupansi hotel masih di bawah normal," tandasnya. 

Ikut Vaksinasi Booster, Ketua PHRI Papua: Biar Jadi Contoh bagi Para Pelaku Pariwisata

Menurutnya, yang menjadi salah satu penyebabnya dimungkinkan karena kegiatan-kegiatan Pemerintah masih belum optimal diadakan di hotel-hotel seperti sedia kala. 

"Harapan kami, aturan penggunaan masker benar-benar lepas, peraturan antigen juga sudah tidak ada, maka tingkat okupansi lebih meningkat lagi," harapnya. 

Bersyukurnya, disebutkannya saat ini kontribusi kunjungan ke hotel dan menginap juga datang dari acara pernikahan atau wedding. 

PHRI Papua Imbau Masyarakat yang Staycation Akhir Tahun Tetap Taati Prokes

"Saya pikir itu yang membantu kita saat ini, karena saat ini kan acara pernikahan itu masyarakat sudah bisa laksanakan di hotel," tuturnya. 

Menyikapi tingkat okupansi yang masih rendah, Syahrir mengutarakan bahwa beberapa hotel dalam pengamatannya di Kota Jayapura, telah membuat promo menarik untuk menarik minat pengunjung. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved