Nasional

SETOP URUS POLITIK! Kementerian Sektor Ekonomi Diminta Fokus Kontrol Harga Bahan Pokok

Trubus menilai kementerian-kementerian di sektor ekonomi tidak bekerja optimal, Sehingga pemerintah dinilai gagal mengendalikan harga, termasuk bapok.

Tribun-Papua
ILUSTRASI Pedagang di Pasar 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kementerian di sektor ekonomi diminta untuk mengurusi bahan-bahan pokok yang terus naik, dibandingkan mengurusi politik.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus terhadap urusan ekonomi masyarakat.

"Listrik naik, bahan pokok naik, Pertalite dibatasi. Cabai rawit Rp 100 ribu. Ini bersumber dari tidak kerja optimal di bidang perekonomian," ujar Trubus saat dihubungi, Senin (13/6/2022).

Baca juga: ECA International Rilis Daftar 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia

Trubus menilai kementerian-kementerian di sektor ekonomi tidak bekerja optimal.

Sehingga, pemerintah dinilai gagal mengendalikan harga-harga, terutama bahan pokok.

"Menteri-menteri pikirannya sudah politik semua. Karena kebanyakan orang partai. Mikirinnya lanjutkan-lanjutkan saja," kata Trubus.

Trubus melihat jika nantinya ada kebijakan reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap jajaran kementerian, maka sektor ekonomi yang utama.

"Karena ekonomi yang paling dasar sekali, bidang ekonomi naik semua kedelai, dan lainnya. Paling tidak ada penyegaran. Minyak goreng saja tidak selesai-selesai," imbuh Trubus.

Bukan Musim Panen, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Kramat Jati Tembus Rp 100 Ribu Per Kg

Sejumlah harga komoditas yaitu cabai, telur hingga bawang terpantau naik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved