Nasional

Demam Dengue Berbeda dengan Demam Berdarah, Begini Penjelasan Dokter

Di negara Indonesia, dengue merupakan endemis yang selalu ada setiap tahun bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang belum berakhir

Editor: Musa Abubar
Tribunnews.com
Ilustrasi Nyamuk Malaria 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Perlu diketahui bahwa kasus dengue semakin lama semakin meningkat.

Di negara Indonesia, dengue merupakan endemis yang selalu ada setiap tahun bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Kita harus tetap waspada pada dengue karena memang selalu ada setiap tahunnya.

Baca juga: Ini Total Harta Kekayaan Wakil Mendagri Jhon Wempi Wetipo

Suhu, kelembaban, dan curah hujan akan sangat mempengaruhi.

Saat ini sudah memasuki musim penghujan dan terkadang cuaca di siang hari terasa panas sehingga terkadaang terdapat penumpukan-penumpukan air.

Baca juga: Hari Ketiga Ops Patuh Cartenz 2022 di Merauke, Polisi Tegur 34 Pelanggar

Diketahui bahwa nyamuk lebih menyukai bersarang di air bersih, sehingga kita harus memperhatikan tempat-tempat cekungan yang kemungkinan terisi air dan menjadi sarang nyamuk.

Dengue berbeda dengan demam berdarah.

Degue merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan terdiri dari empat jenis serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Baca juga: Muhammad Lutfi Dilengserkan, Jokowi Lantik Zulkifli Hasan jadi Menteri Perdagangan: Ini Penyebabnya

Penyakit dengue ini ditularkan oleh nyamuk betina atau Aedes albopictus.

dr. Debora menyampaikan bahwa demam berdarah merupakan bagian dari dengue.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved