Korupsi di Papua

Dana APBD 59 Miliar Disikat, 14 Anggota DPRD Paniai Papua jadi Tersangka

Kombes Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, akibat dari korupsi massal ini, negara rugi sebesar Rp 59 miliar.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Dirreskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Fernando Sanchez Napitupulu (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kasus korupsi massal DPRD Kabupaten Paniai. (Dok. Humas Polda Papua) 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua menetapkan 14 anggota DPRD Kabupaten Paniai sebagai tersangka kasus korupsi dana APBD 2018.

Tak hanya 14 anggota DPRD, Kepolisian juga menetapkan 3 tersangka lain yang merupakan staf Sekretariat DPRD Paniai.

Penetapan ini merupakan hasil dari penyelidikan aparat kepolisian terkait kasus korupsi yang melibatkan 25 anggota DPRD Paniai.

Baca juga: Polisi Tetapkan 14 Anggota DPRD Painai Jadi Tersangka Korupsi Dana APBD 2018, Kerugian Capai Rp 59 M

Bahkan, Sekretaris Dewan beserta anggota DPRD Paniai yang masih aktif menjabat juga terseret dalam kasus korupsi massal ini.

Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombes Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, akibat dari korupsi massal ini, negara rugi sebesar Rp 59 miliar.

“Kronologi kasus ini, setiap triwulan masing-masing anggota dewan mendapatkan uang tunai senilai Rp 500 juta, ditambah gaji Rp 30 juta selama satu tahun anggaran 2018,” kata Napitupulu kepada awak media di Jayapura, Jumat (17/6/2022).

Dirinya menambahkan, aparat kepolisian sempat kesulitan untuk menyelidiki kasus korupsi ini lantaran banyak anggota DPRD yang sudah tidak lagi menjabat.

“Sisa anggota dewan periode 2018 untuk saat ini statusnya belum menjadi DPO selagi dapat diajak untuk komunikasi dalam waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Baca juga: Anak Tokoh Karismatik Papua Dukung KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pemkab Mamberamo Tengah

“Tetapi ketika yang bersangkutan tidak merespons panggilan dari Kepolisian, maka akan ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

Selanjutnya, masing-masing tersangka kasus korupsi ini dijerat menggunakan Undang-Undang Korupsi Pasal 2 dan 3 dengan pidana penjara seumur hidup. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved