Korupsi di Papua

Diduga Korupsi Dana Hibah Rp40 M, Dua Bendahara KPU Fakfak Diperiksa: 50 Dokumen Disita

Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi dana hibah penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Fakfak tahun 2020.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Sekertaris KPU Fakfak mendampingi tim kejaksaan negeri Fakfak saat melakukan penggeledahan , Kamis (16/6)(Dokumentasi Kasi Intel Kejaksaan fakfak) 

Hal itu sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 30 tahun 2014.

"Kemudian dari asas hukum pidana sebagai ultimum remedium, sepantasnya penegakan hukum pidana dilakukan setelah penegakan hukum administrasi tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan. Namun demikian, sepengetahuan kami belum ada perundangan yang menetapkan," ucapnya.

Diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri Fakfak tengah menyelidiki dugaan korupsi dana hibah dari Pemda dalam rangka penyelenggaraan Pilkada tahun 2020 sekitar Rp 40 miliar.

Baca juga: Anak Tokoh Karismatik Papua Dukung KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pemkab Mamberamo Tengah

Pilkada Kabupaten Fakfak 2020 diikuti oleh dua pasangan calon yang bertarung, yakni calon dengan tagline Sadar dan Utayo.

Pilkada itu dimenangkan oleh Utayo. Penyidik jaksa telah menyita lebih dari 50 dokumen di ruangan bendahara KPU. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada, Dua Bendahara KPU Fakfak Diperiksa",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved