Pesawat Jatuh di Papua

7 Korban Jatuhnya Pesawat Susi Air Alami Luka Serius, Slamet: Ada yang Patah Kaki dan Tangan

Tujuh korban selamat pasca jatuhnya pesawat Susi Air PK BVM mengalami luka serius namun sudah dievakuasi

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Musa Abubar
Istimewa
Tujuh korban selamat Pesawat Susi Air PK BVM yang jatuh di Duma, Kabupaten Paniai, Papua diselamatkan oleh warga sekitar sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Tujuh korban selamat pasca jatuhnya pesawat Susi Air PK BVM mengalami luka serius namun berhasil dievakuasi ke Timika berkat pertolong masyarakat

Tujuh korban tersebut antara lain :
1. Capt Doyle Peter
2. Lukas Dimpau
3. Seru warkus Diabelu
4. Leo Pimpiau
5. Philipus Dimpau
6. Ficken Dimpau
7. Melina Dimpau

Baca juga: Kisah Karel Dadimu, Anak Asli Suku Asmat Papua yang Luluhkan Hati Kapolri

"Memang semua korban mengalami luka seperti ada yang patah kaki, patah tangan, sebek di kepala, pendaran jadi mereka butuh dievakuasi segera," kata Danlanud Timika, Letkol (Pnb) Slamet Suhartono kepada Tribun-Papua.com, Kamis (24/6/2022) di Timika.

Ia mengatakan, proses evakuasi 7 korban mendapat dukungan dari semua pihak baik dalam hal ini tim SAR gabungan, dan warga di Duma sehingga proses evakuasi berjalan dengan lancar.

Baca juga: Wisata Jayapura: Menikmati Indahnya Teluk Youtefa dari Bukit Jokowi

"Tadi total waktu menuju lokasi untuk evakuasi keTimika hanya memakan waktu satu jam. Jadi cukup cepat namun letak pesawat berada di lembah namun helikopter dapat mendarat dengan baik," kata Danlanud.

Lanjut dia, untuk kondisi kemananan disana relatif aman dan masyarakat mendukung proses evakuasi.

Baca juga: Persiapan Pemilu 2024, Kesbangpol Provinsi Papua Fokus Gelar Pendidikan Politik

"Kalau letak geografis memang disana adalah gunung letaknya di 1600 meter disekitar sungai. Tetapi cuaca baik saat evakuasi,"ujarnya.

Kemdian untuk jarak bangkai pesawat ada sekitar 1 kilo meter dari pemukiman warga," katanya.

Baca juga: Masyarakat Diminta Jaga Kelestarian Danau Sentani, Joko Sunaryo: Punya Nilai Strategis

Ia menjelaskan, saat evakuasi warga memberikan tanda putih dan mengibarkan bendera merah putih dan membakar api sehingga titik lokasi evakuasi dapat dijangkau,"ujarnya.

Sementara itu, Kakansar Timika, George Leo Merchy Randang mengatakan korban berhasil dievakuasi, kini sudah di RSUD Mimika untuk penanganan medis.

"Prinsipnya korban selamat. Jadi kita utamakan pertolongan pertama,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved