Pemekaran Papua

Sambut Panja Komisi II DPR RI, Ahmad: Seperti Syukuran Terbentuknya Provinsi Papua Selatan

Suasana euforia penyambutan Panitia Kerja Komisi II DPR RI di Merauke seperti pesta syukuran terbentuknya Provinsi Papua Selatan

Penulis: Syarif Jimar | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Suasana euforia penyambutan Panitia Kerja Komisi II DPR RI di Merauke seperti pesta syukuran terbentuknya Provinsi Papua Selatan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Panitia Kerja (panja) Komisi II DPR RI merasakan suasana euforia dari berbagai elemen masyarakat empat kabupaten layaknya pesta dan syukuran terbentuknya Provinsi Papua Selatan.

"Kami berterima kasih. Mulai datang dibandara sampai hadir disini dalam suasana bukan mengantar rapat tapi sudah suasana pesta dan syukuran terbentuknya Provinsi Papua Selatan," kata Ketua Panja Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Merauke, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Gelar Workshop, YPMAK Bahas Pendataan 16 Aset Non Kritikal

Menurutnya, doa dan kerja keras serta dukungan masyarakat Papua Selatan sudah muncul sejak 2002.

Lanjut dia, wajar jika pertemuan Panja Komisi II DPR RI dengan forum komunikasi bupati Se - Papua Selatan dan masyarakat 4 kabupaten yang seharusnya menyerap aspirasi justru disambut meriah layaknya syukuran.

Dia mengatakan, kemeriahan ini juga disaksikan perwakilan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Bappenas, dan Kementrian Keuangan yang hadir dibumi Anim Ha.

Baca juga: Setelah Showroom Event, Bosowa Berlian Motor Tawarkan Customer Test Drive Mobil Xpander

"Penantian sudah cukup panjang selama 20 tahun. Jadi wajar saja kalau hari ini pesta besar-besaran,"kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Doli menyebut, proses penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Provinsi Papua Selatan juga bukan suatu hal yang baru atau ujuk-ujuk.

Penantian lama Provinsi Papua Selatan, kata dia, telah banyak aspirasi yang mengemuka di Papua higga muncul embrio usulan pemekaran provinsi lainnya.

Baca juga: Ketum Nasdem: Ada yang Bilang Jangan Tarik-tarik Panglima TNI Sekarang tapi Pemilunya Kan Masih 2024

"Selasa lalu kita sudah mendengar tanggapan pemerintah provinsi terhadap usulan RUU 3 DOB di Papua yang jadi inisiatif DPR RI. Kita juga sudah dapat penjelasan DPD RI,"ujarnya.

"Sebetulnya tidak berlebihan kita mendengarkan pengesahan dari bapak/ibu semua karena UU sebenarnya jadi, tinggal proses administrasi hukum dan politiknya kita akan lalui. Tetapi dalam kesempatan kni untuk bisa memperkaya lagu UU DOB bisa sempurna,"katanya.

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat hingga Jumat 24 Juni 2022: Total Kasus Capai 80.212

Menurut dia, panja Komisi II DPR RI memiliki berkewajiban mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat.

"Mudah-mudahan masukan yang kita dapatkan hari ini menambah bobot. Insya Allah kita bisa bahas lanjut Senin di Komisi II DPR RI,"ujarnya.

"Selesai itu, insya Alloh RUU DOB disahkan dalam sidang paripurna 30 Juni 2022. Namun, secara hukum dan politik 24 Juni jadi hari bersejarah terbentukbya PPS,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved