Pemilu 2024

Menuju Pilpres 2024, Partai Demokrat Khawatir Hal Ini Picu Keterbelahan Masyarakat

Partai Demokrat khawatir terjadi keterbelahan masyarakat saat Pilpres 2024, sebagaimana terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

Tribunnews.com/istimewa
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebutkan Partai Demokrat khawatir terjadi keterbelahan masyarakat saat Pilpres 2024. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berbagai manuver politik di tanah air terjadi menjelang Pilpres 2024.

Meski banyak figur direkomendasikan partai politik menjadi bakal calon presiden, Partai Demokrat khawatir hal ini picu keterbelahan masyarakat pada Pilpres 2024 nanti.

Partai Demokrat khawatir jika kontestasi Pilpres 2024 hanya diikuti dua paslon saja seperti pada Pilpres 2014 dan 2019.

Baca juga: Surya Paloh Anggap Sosok Ini Seperti Anak Sendiri, Sinyal Diusung Lengserkan Anies dan Andika?

Makanya, partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menginginkan pemilihan presiden (pilpres) 2024 minimal diikuti oleh tiga pasangan calon atau Paslon.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan hal itu guna menghindari keterbelahan masyarakat.

"Buka ruang untuk koalisi dan pasangan calon minimal tiga di Pilpres 2024 untuk cegah keterbelahan," kata Herzaky dilansir dari Tribunnews.com, Senin (27/6/2022).

Sebab menurutnya, pilpres 2014 dan 2019 yang hanya diikuti oleh dua Paslon menyebabkan keterbelahan mendalam di masyarakat.

Oleh karena itu, Herzaky meminta elite politik agar siap berkompetisi bukan malah alergi demi kepentingan elektoral semata dan berupaya menghalangi calon-calon lain muncul.

"Elite politik juga harus terbiasa dan siap berkompetisi. Bukan malah alergi berkompetisi demi kepentingan elektoral dan kemenangan semata, malah berupaya menghalang-halangi calon lain muncul dalam kontestasi, dan memastikan hanya dua kubu yang berlaga di pilpres," ucap Herzaky.

Lebih lanjut, Herzaky juga meminta kepada semua elite agar tak menyebarkan politik kebencian demi menghancurkan lawan dalam kontestasi.

"Stop sebar politik kebencian, framing, dan labelling yang merusak. Janganlah demi kemenangan berupaya sebisa mungkin menghancurkan lawan dalam kontestasi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved