Minggu, 3 Mei 2026

Info Mimika

Seleksi Honorer K2 Tak Jelas, Anak Pencetus Distrik Jila, Mimika Kecewa

Frans Mamukang, lelaki kelahiran 1988, anak asli Papua itu sudah 5 tahun mengabdi sebagai honorer di Kantor Distrik Jila, tapi tak jadi PNS

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Frans Mamukang, lelaki kelahiran 1988, anak asli Papua itu sudah 5 tahun mengabdi sebagai honorer di Kantor Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Frans mempertanyakan kinerja Pemerintah Kabupaten Mimika terkait perekrutan honorer seleksi K2 di 2017 lalu, namun hasilnya belum juga menjadi PNS 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Frans Mamukang, lelaki kelahiran 1988, anak asli Papua itu sudah 5 tahun mengabdi sebagai honorer di Kantor Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Frans mempertanyakan kinerja Pemerintah Kabupaten Mimika terkait perekrutan honorer seleksi K2 di 2017 lalu.

Baca juga: Soroti Kekurangan Timnas U-19 Indonesia Jelang Piala AFF, Shin Tae-yong Optimis Timnya Bisa Membaik

Frans mengaku mengikuti seleksi honorer K2 di 2017 dan sesuai dengan surat perjanjian kerja namun hingga kini tak diangkat.

Almarhum Geradus Mamukang adalah dari Frans yang mencetus Kabupaten Mimika

"Berkat bapak saya membuka Distrik Jila kini pemerintahan di Jila berjalan dengan baik,"kata Frans kepada Tribun-Papua.com, Rabu (29/6/2022)

Baca juga: Lantik PMI Papua, Jusuf Kalla: Dukung Kerja Kemanusiaan

"Saya kecewa dengan pemerintah Kabupaten Mimika, tak ada kejelasan,"ujarnya.

Untuk menjadi honorer K2, menjadi impian selama ini, dan sudah beberapa kali ia ikut tes CPNS tetapi tidak lolos.

"K2 adalah langkah saya agar bisa menjadi pegawai namun nayatanya tidak demikian," katanya.

Ia menyebut, jujur almahrum bapaknya saat pensiun tidak mendapat tunjangan hingga saat ini.

Baca juga: Nerius Auparay: Kampung Jaifuri Berada Diurutan Dua Angka Prevalensi Stunting

"Saya minta pemerintah memperhatikan saya melalui kerja keras bapak saya pada saat membuka Distrik Jila,"ujarnya.

"Apalagi saya sebagai anak asli Papua dan harus diprioritaskan untuk menjadi pegawai," ujarnya,"katanya.

Ia berharap, proses seleksi K2 harus tranparan dan oknum terlibat dalam proser seleksi harus bertanggungjawab. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved