Pemekaran Papua

Tolak Nabire Jadi Ibu Kota Papua Tengah, Kepala Suku Besar Yaur: Kami Saireri!

Dari sisi kultur dan budaya, Kepala Suku Yaur Saul Waiwowi mengatakan memang berbeda dengan suadara-saudara lainnya di wilayah adat Meepago.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Kepala Suku Yaur Saul Waiwowi menolak Kabupaten Nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah, Rabu (29/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Suku Yaur Saul Waiwowi menolak dengan keras, Nabire dijadikan ibu kota Provinsi Papua Tengah seperti yang telah dirancangkan.

Kepada Tribun-Papua.com di Jayapura Rabu (29/6/2022), Saul mengemukakan alasan penolakan tersebut, yang dinilainya penting untuk diketahui semua pihak.

"Alasan dasar yang membuat kami 6 suku di Nabire, lembaga adat, dan aliansi menolak Papua Tengah beribu kota di Nabire karena kami merasa berbeda," katanya.

Baca juga: Raja Emas Ini Yakin Timika Dijadikan Ibu Kota Provinsi Papua Tengah

Pertama, dari sisi kultur dan budaya dikatakan Saul memang berbeda dengan suadara-saudara lainnya di wilayah adat Meepago.

"Contoh kecil, mereka (Meepago) menggunakan Koteka tapi kami menggunakan Cawat," katanya.

Kedua, ia menyebutkan bahasa yang digunakan sangat berbeda antar keduanya.

 

 

"Kemudian ketiga, hak-hak politik kami selama ini tidak mendapat bagian ini menjadi penting dan selama ini kami merasa bahwa kami merasa bagian dari Saireri bukan Meepago," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved