Papua Terkini

Waspada Investasi Bodong, BEI Papua Ajak Masyarakat Bijak Lakukan Ini

BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat mengajak masyarakat lebih berwaspada terhadap investasi bodong dan bijak lakukan trading.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat mengajak masyarakat lebih berwaspada terhadap investasi bodong dan bijak lakukan trading. Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua dan Papua Barat, Kresna Aditya Payokwa meminta masyarakat untuk memastikan investasinya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua dan Papua Barat mengajak masyarakat lebih berwaspada terhadap investasi bodong dan bijak lakukan trading.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua dan Papua Barat, Kresna Aditya Payokwa meminta masyarakat untuk memastikan investasinya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Kontingen Kormi Papua Dilepas ke Palembang, Sekda Ridwan: Junjung Tinggi Nilai Kebangsaan

"Cara kerja yang tidak betul misalnya, mereka dapat nasabah, kemudian nasabah setor dana, tetapi uangnya tidak diputar dalam pasar Forex, sebab ada robotik atau sistem tersendiri," kata Kresna kepada Tribun-Papua.com, Rabu (29/6/2022).

Kresna mengaku, meski data harga mata uang sama dengan yang ada di Forex, namun ada mesin mereka sendiri yang mengolah.

"Jadi, mesin ini bisa diatur atau disetting, siapa yang bisa menang atau naik harganya, jadi pada awalnya itu dipancing dengan biasanya nasabah setor uang kecil tetapi hasilnya atau untung besar," ujarnya.

Baca juga: Geser Anies dan Ganjar, Sosok Ini Didukung Jadi Penerus Jokowi, Dari Kalangan Militer, Bukan Prabowo

Namun, kata dia, setelah dua kali dan tiga kali, disampaikannya sudah tidak berjalan mulus bahkan banyak yang mengalami kerugian.

"Masyarakat harus mengetahui bahwa, sistem yang ada pada investasi bodong itu, bukan yang ada pada sistem di pasar uang Seperi biasa," katanya.

Untuk itu, masyarakat perlu berhati-hati dan jangan sampai lengah ataupun luput karena akan merugikan.

Baca juga: Jelang HUT ke-76 Bhayangkara, Polres Merauke Ziarah ke TMP Trikora

"Di Papua ini sebenarnya korbannya sudah banyak, hanya saja terkesan tertutupi dan tidak banyak yang berkisah," ujarnya.

Sekadar diketahui, biasanya investasi bodong menawarkan sebuah keuntungan yang besar dan menggiurkan.

Dengan begitu, kata dia, para korban akan semakin tertarik dan melakukan investasi tanpa berpikir panjang.

Baca juga: Kubu Ini Siap Lengserkan Jokowi: Dukung Ganjar Sebagai Capres!

Akan tetapi, bukan keuntungan yang akan diperoleh, namun justru akan mendapatkan kerugian jika menggunakan investasi bodong.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved