KKB Papua

Enam Bulan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Renggut 20 Nyawa, Irjen Mathius Fakhiri: Waspada!

Irjen Mathius Fakhiri mengimbau semua pihak waspada menyusul meningkatnya serangan kelompok kriminal bersenjata di wilayah pegunungan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi: Sebanyak 20 nyawa melayang di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, sejak Januari hingga Juni 2022. Rinciannya; 12 warga sipil, tujuh anggota TNI, dan satu anggota Polri. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Raymon Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polda Papua mencatat 44 kasus gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama enam bulan, sejak Januari hingga Juni 2022.

Sebanyak 20 nyawa melayang di tangan kelompok tersebut.

Adapun rinciannya, 12 warga sipil, tujuh anggota TNI, dan satu anggota Polri.

Baca juga: ASN Pemasok Amunisi ke KKB Papua Ditangkap, 615 Butir Peluru dan Senjata Rakitan Disita

Sementara, di pihak KKB ada empat orang tewas dalam insiden kontak tembak maupun penindakan hukum.

Pada semester pertama 2021, gangguan KKB ada 33 kasus, lebih kecil dibandingkan tahun ini.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut, kasus ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada 2021.

Hilangnya puluhan nyama itu buntut dari kasus penembakan, kontak tembak, penganiayaan, pembakaran, hingga perempasan senjata api.

Dari 44 kasus gangguan keamanan, paling banyak terjadi di Kabupaten Puncak yaitu 20 kasus.

Menyusul Kabupaten Pegunungan Bintang dan Nduga, masing-masing lima kasus.

Lalu di Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya tiga kasus.

lainnya, masing-masing satu kasus untuk Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, Paniai, Nabire, Jayawiyaya, dan Deiyai.

Semua Pihak Diminta Waspada

Fakiri mengingatkan anggotanya di daerah rawan tidak lengah dan selalu waspada.

Begitu pula dengan warga sipil, terutama yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Baca juga: Karangan Bunga Padati Rumah Duka Prada Beryl, Evakuasi Jenazah Korban KKB Papua Terkendala

Sebab banyak di antara mereka yang menjadi korban.

"Selalu waspada dan jangan mudah terpancing karena nyawa menjadi taruhannya," kata Fakiri dalam pemaparan laporan kinerja semester I Polda Papua, di Jayapura, Kamis (30/6/2022). (*)

 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved