Pemekaran Papua

Ini Harapan Pemuda Papua Pasca Nabire Jadi Ibu Kota Provinsi: Harus Jaga SDA Blok Wabu di Intan Jaya

masyarakat Meepago, harus menjaga eksistensi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar dan kaya di wilayah Meepago, khususnya di Intan Jaya yaitu Blok Wabu

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Ini Harapan Pemuda Papua Pasca Nabire Jadi Ibu Kota Provinsi: Harus Jaga SDA Blok Wabu di Intan Jaya
Tribun-Papua
PEMEKARAN PAPUA - Pemuda asli Nabire, Ali Kabiay meminta masyarakat Meepago untuk menjaga ketat Sumber Daya Alam (SDA) Blok Wabu di Intan Jaya Papua, pasca penetapan Nabire jadi ibu kota Papua Tengah, Minggu (3/7/2022).

Ditegaskan Ali, Papua juga secara keseluruhan masih merupakan bagian yang sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nabire Bakal jadi Ibu Kota DOB Papua Tengah, Mesak Magai Klaim Siapkan Kantor Gubernur Sementara

"Tetapi jangan sampai ada kepentingan lain termasuk pihak asing untuk mengambil SDA masyarakat adat Meepago di Intan Jaya, hal ini tidak boleh terjadi," sebut Ali.

Lelaki murah senyum itu bahkan memperingatkan, agar jangan sampai kepentingan orang-orang tertentu melalui Komisi II DPR RI, justru mengorbankan masyarakat yang ada di wilayah Blok Wabu Intan Jaya dan masyarakat di wilayah Meepago.

"Sebagai anak asli Nabire sudah tentu saya akan berkoordinasi dengan tokoh - tokoh pemuda, intelektual, aktivis, tokoh adat, tokoh masyarakat, legislatif dan eksekutif di wilayah Meepago untuk membahas sebuah regulasi yang bisa menjaga eksistensi tanah dan sumber daya alam di wilayah Meepago," jelasnya terperinci.

Tolak Nabire Jadi Ibu Kota Papua Tengah, Kepala Suku Besar Yaur: Kami Saireri!

Disampaikannya, regulasi tersebut harus mengatur tentang tata kelola sumber daya alam dengan mengacu kepada kearifan lokal, adat istiadat, dan analisis dampak lingkungan hidup yang baik.

"Sehingga tidak mengorbankan masyarakat dan alam yang ada di wilayah Meepago , Intan Jaya dan lebih khususnya di wilayah Blok Wabu yang kaya akan SDA emas," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya berkomitmen akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah tetapi tentu kebijakan pemerintah harus benar-benar berpihak kepada rakyat.

"Ada satu hal lagi yang saya khawatirkan yaitu "Proxy War" yang dimainkan oleh orang-orang asing untuk mengeruk SDA Indonesia, kemudian mengadu domba masyarakat dan Pemerintah," katanya.

Ini Alasan LMA Nabire Tolak ‘Kota Jeruk’ Jadi Ibu Kota Papua Tengah

Sebab menurutnya hal itu bukan tanpa alasan, karena ketertarikan atau kepentingan asing tak dapat dipungkiri juga ada di Papua, termasuk kepentingan untuk mengambil SDA Papua.

"Saya meminta kepada negara untuk lebih jeli melihat hal ini, sebab kaki tangan antek - antek asing juga ada di Indonesia dan memakai orang Indonesia sendiri untuk memuluskan niat mereka, bahkan terkadang hal itu tidak di sadari oleh kita sendiri dan itulah yang di namakan Proxy War," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved