Covid 19 Papua

Jokowi: Vaksinasi Booster Jadi Syarat Baru Naik Pesawat, Bagaimana Kesiapan Bandara Sentani?

Airlangga Hartanto menegaskan, secara umum Presiden Jokowi meminta agar capaian vaksinasi dosis pertama, kedua dan booster terus ditingkatkan.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Surya Eka for Tribun-Papua.com
Suasana penumpang di ruang tunggu lantai dua Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kini mengeluarkan syarat baru untuk perjalanan udara kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia, Senin, (04/07/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini mengeluarkan syarat baru untuk perjalanan udara kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia, Senin, (04/07/2022).

Dalam syarat itu, Presiden Joko Widodo meminta agar vaksinasi booster menjadi syarat utama bagi perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM yang dipimpin presiden di Istana Merdeka.

Baca juga: Polres Jayapura Gelar Vaksinasi dan Pengobatan Gratis di Kediaman Almarhum Theys H Eluay

"Jadi tadi arahan Bapak Presiden untuk airport disiapkan vaksinasi dosis ketiga," ujar Airlangga.

Dia pun menyebutkan, vaksinasi booster ini akan dipakai sebagai syarat perjalanan dengan alat transportasi lain.

Selain itu, vaksinasi booster juga akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak.

"Tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan," tuturnya.

 

 

Lebih lanjut Airlangga menegaskan, secara umum Presiden Jokowi meminta agar capaian vaksinasi dosis pertama, kedua dan booster terus ditingkatkan.

Kepala Negara menambahkan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua di beberapa daerah di luar Jawa-Bali masih di bawah 50 persen.

Contohnya di Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Khusus untuk di luar Jawa-Bali yang masih di bawah 50 persen itu ada di Maluku, Papua Barat dan Papua untuk dosis kedua. Dan rata-rata dosis ketiga masih di bawah 20 persen," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved