Papua Terkini

50 Nakes Mengungsi ke Wamena, Kadinkes Mamteng: Situasi Kobakma Kondusif, Baru Kami Kembali

Total Nakes Non OAP dan Papua pesisir ada 65 orang, jadi sampai hari ini semua pastinya sudah turun

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
PAPUA TERKINI - Potret iring-iringan 50 tenaga kesehatan (nakes) yang harus keluar dari Distrik Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah Papua, lantaran situasi di daerah pelayanan tersebut tidak kondusif, Sabtu (9/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, MAMTENG - Sebanyak 50 tenaga kesehatan (Nakes) harus mengungsi dari Distrik Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah menuju Wamena Papua, lantaran situasi yang belum sepenuhnya kondusif.

Aktivitas di Mamberamo Tengah Papua Lumpuh, Akses Dipalang: ASN dan Pedagang Mengungsi ke Wamena

Melalui sambungan telepon seluler kepada Tribun-Papua.com dari Wamena, Senin (11/7/2022), Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mamberamo Tengah, Helda Walli SKep Ns MKep menegaskan sampai situasi Kobakma benar-benar kondusif, baru para Nakes diperbolehkan kembali ke daerah itu.

"Sebelumnya kami nakes sebanyak 50 orang mulai bergegas turun menggunakan 8 unit kendaraan pada Sabtu 9 Juli 2022 lalu, tepatnya pukul 14.00 WIT, ditambah anak-anak, total Nakes Non OAP dan Papua pesisir ada 65 orang, jadi sampai hari ini semua pastinya sudah turun," jelasnya.

Helda membeberkan, dirinya dan para nakes harus keluar dari Kobakma karena merasa situasi kurang kondusif.

Pendukung Bupati RHP Palang Akses Jalan di Mamberamo Tengah, Irjen Mathius Fakhiri: Tindak Tegas!

"Pada saat itu, ada massa yang memalang Polres setempat, rumah sakit dan kantor pemerintahan, kemudian membawa alat tajam berupa parang dan lainnya," sebut Helda.

Tak hanya itu, pasar di Distrik Kobakma juga dipalang, serta pedagang-pedagang juga telah keluar.

"Melihat situasi yang ada, saya mengumpulkan tenaga nakes non OAP dan pesisir untuk kita keluar dari Kobakma, guna menghindari maupun mengantisipasi kejadian-kejadian yang bisa saja muncul, dan terjadi di luar kontrol kita, berkaca juga pada peristiwa di Yalimo di mana nakes menjadi korban," bebernya.

Demo Menuntut KPK Hentikan Kasus Korupsi di Mamberamo Tengah Dinilai Coreng Nama Baik Orang Papua

Walaupun secara umum, disampaikan Helda, Kabupaten Mamberamo Tengah tidak menimbulkan gejolak yang berarti, namun terkadang situasi juga bisa memanas tiba-tiba, sehingga kami putuskan untuk keluar adalah jalan terbaik demi keamanan.

"Pelayanan tetap dilakukan di Puskesmas Kobakma, yang akan dilayani oleh tenaga asli daerah, jadi bukan berarti tutup secara total. Tetapi pelayanan hanya dilayani oleh anak-anak daerah asli setempat yakni terdapat perawat dan bidan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved