Papua Terkini

Aktivitas di Mamberamo Tengah Papua Lumpuh, Akses Dipalang: ASN dan Pedagang Mengungsi ke Wamena

Situasi keamanan di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua dilaporkan tidak kondusif. Banyak ANS dan warga perantau mengungsi dari Kobakma ke Wamena.

ISTIMEWA
ILUSTRASI PENGAMANAN- Danyon D Pelopor, Kompol Clief Gerald Philipus Duwith mengecek BKO di Pos Brimob Mamberamo Tengah, Selasa (24/5/2022). Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri melaporkan situasi keamanan terganggu di Mamberamo Tengah oleh kelompok massa Bupati RHP. Banyak ASN dan pendatang mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Situasi keamanan di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua dilaporkan tidak kondusif.

Ini menyusul aksi pemalangan akses jalan dan perkantoran yang dilakukan kelompok warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Ricky Ham Pagawak (RHP) di Distrik Kobakma, ibu kota daerah itu.

Situasi tegang. Saling mencurigai antara warga setempat terhadap warga perantau meningkat.

Akibatnya, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pedagang memilih mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: Pendukung Bupati RHP Palang Akses Jalan di Mamberamo Tengah, Irjen Mathius Fakhiri: Tindak Tegas!

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengkonfirmasi kebenaran laporan tersebut.

Hanya, ia belum bisa memastikan jumlah warga yang mengungsi.

"Saya belum bisa menafsirkan, tapi sudah banyak yang turun. ASN dan pedagang sudah turun ke Wamena," ungkap Fakfiri di Jayapura, Senin (11/7/2022).

Irjen Fakhiri memastikan pihaknya segera mengirim beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Papua ke Kabupaten Mamberamo Tengah dan Jayawijaya.

Tujuannya, untuk mengevaluasi keadaan dan mencari tahu penyebab pasti warga Kobakma yang mengungsi.

Ketua Dewan Adat Mamberamo Tengah, Michael Garsutch Yikwa, juga membenarkan informasi tersebut.

Ia mengatakan ada banyak orang dari luar datang ke Kobakma sejak beberapa waktu terakhir.

Orang-orang dari luar Kobakma tersebut yang disebut Michael menamai kelompok mereka dengan sebutan "Masyarakat Peduli RHP" dan melakukan aksi unjuk rasa dan memalang seluruh perkantoran, termasuk Polres Mamberamo Tengah dan beberapa ruas jalan.

"Saat ini semua kantor dipalang dan kegiatan masyarakat dilumpuhkan," kata Michael saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin.

"Ada masyarakat masuk dari Lanny Jaya dan Tolikara sehingga masyarakat (Kobakma) takut dan turun ke Wamena," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved