Sabtu, 11 April 2026

Pemkab Jayapura

Bupati Matius Awoitauw Minta Ketua Sinode Wilayah Tabi Suarakan Masa Depan Papua

Bupati Jayapura, Matius Awoitauw disela-sela pertemuan bersama seluruh ketua Sinode meminta sinode di wilayah adat Tabi menyuarakan masa depan Papua

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Bupati Jayapura, Matius Awoitauw meminta seluruh ketua sinode di wilayah adat Tabi menyuarakan masa depan Papua. Ia menyampaikan hal itu disela-sela pertemuan bersama seluruh ketua Sinode wilayah adat setempat, Senin (11/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bupati Jayapura, Matius Awoitauw meminta seluruh ketua sinode di wilayah adat Tabi menyuarakan masa depan Papua

Walayah adat Tabi meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Keerom dan Kabupaten Mamberamo Raya.

Baca juga: Harapan Mulia Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat Porkab II: Dari Sini Lahir Atlet Berprestasi

Bupati Mathius Awoitauw yang juga selaku Ketua Forum Kepala Daerah Wilayah Tabi menyampaikan hal itu disela-sela pertemuan bersama seluruh ketua Sinode wilayah adat setempat, Senin (11/7/2022).

"Saya mau sampaikan bahwa masyarakat dan forum kepala daerah di wilayah adat Tabi, kita sangat intens untuk terus membicarakan masa depan Papua dalam bingkai NKRI,"kata Bupati Matius.

"Saya harap gereja, adat dan pemerintah dapat terus memiliki pemahaman yang sama, terkait hal ini,"ujarnya.

Selain menyuarakan masa depan Papua, kata dia, mereka harus bisa mengambil kebijakan-kebijakan di gereja.

Baca juga: Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw Disambut Teriakan Suporter di Lapangan Ber En Dal Papua

"Saya menyampaikan hal ini agar kita terus konsisten untuk berbicara tentang masa depan Papua, baik itu manusianya, tanahnya dan sumber daya alamnya,"katanya.

"Karena ini juga menyangkut hak asasi manusia, dan ini yang kita pertahankan dihari ini,"ujarnya.

Bupati Matius berharap hal-hal ini membicarakan hal-hal ini guna memberikan suport, baik dari adat, hingga pemerintah untuk tetap berada dalam satu persepsi.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved