Sebut DOB Papua Barat Daya Perpendek Rentang Kendali, Paulus Waterpauw: Doakan Segera Ketuk Palu

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw berharap RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya segera disahkan menjadi UU oleh DPR RI.

Istimewa
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw - Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw berharap RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya segera disahkan menjadi UU oleh DPR RI. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Barat Daya dinilai bakal memperpendek rentang kendali.

Hal itu disampaikan oleh Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw.

Paulus Waterpauw Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya segera disahkan menjadi UU oleh DPR RI.

Baca juga: Pakar Nilai Pemekaran Provinsi Kurang Tepat Atasi Persoalan Papua: Lebih Baik Penguatan Distrik

Peta Papua dan Papua Barat
Peta Papua dan Papua Barat ((Google Maps))

"Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya untuk memperpendek rentang kendali," kata Paulus Waterpauw di Sorong, Senin (11/7/2022).

"Doakan mudah-mudahan Provinsi Papua Barat Daya akan segera ketuk palu. Karena di Papua sudah ada tiga provinsi (baru), masa kita di Papua Barat trada (tidak ada)," katanya.

Waterpauw mengaku sudah menggelar rapat kerja bersama para bupati dan wali kota, mereka mendukung otonomi khusus dan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

Ada dua DOB yang diusulkan. Selain Provinisi Papua Barat Daya, pihaknya juga mengusulkan pembentukan Provinisi Bomberai.

Baca juga: Jakarta Klaim Hadirnya DOB Jamin Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

Selain DOB tingkat provinsi, pihaknya juga mengusulkan DOB tingkat kabupaten dan kota. Seperti Kabupaten Manokwari Barat, Kota Manokwari, Kota Fakfak, Kabupaten Kokas.

Paulus menyebutkan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di Papua Barat, pihaknya akan mengakomodasi semua aspirasi untuk kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Disetujui Jadi Usul Inisiatif DPR

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved