Pemekaran Papua

Petisi Rakyat Papua Gelar Aksi Tolak DOB, Kepala Suku di Jayapura Bereaksi Keras: Jangan Coba-coba!

Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP) Jerfy Wenda mengancam akan melumpuhkan Kota Jayapura dalam aksi besok. Kepala suku lontarkan peringatan keras.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
BUBAR - Suasana pembubaran massa Demo tolak DOB dan Otsus Papua di Jalan Biak, Abepura, Papua, Selasa (10/05/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Peringatan keras dilontarkan sejumlah kepala suku atau tokoh adat di Kabupaten Jayapura terhadap kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP), terkait rencana aksi massa menolak UU Daerah Otonomi Baru (DOB).

Petisi Rakyat Papua dinilai telah membuat gangguan Kamtibmas dengan menentang kebijakan pemerintah terkait DOB dan Otsus.

Diketahui PRP melalu Juru Bicaranya, Jefry Wenda, menyatakan akan tetap menggelar aksi massa di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, serta berbagai daerah di Indonesia, besok Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Rencana Aksi PRP Dikecam Solidaritas Masyarakat Papua, Kepala Suku Jayapura: Hargai Tanah Adat Tabi

PRP tengah menghimpun massa besar-besaran untuk menduduki kantor DPR Papua dan menuntut UU DOB dicabut.

Hanya, aksi PRP tersebut dianggap akan membuat gangguan keamanan kembali terjadi. Bahkan menimbulkan anarkisme.

Karena itu, tokoh adat yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Papua mengecam tindakan PRP.

Tak main-main, tokoh adat di Sentani, Yakob Fiobetau, mengingatkan masyarakat dari luar adat Tabi untuk tidak menggelar aksi yang berakibat pada gangguan kemanan.

"Masyarakat dari luar tanah adat Tabi yang datang untuk hidup di atas tanah ini, tolong untuk bisa menghargai masyarakat adat Tabi," ujar Yakob Fiobetau dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com, Rabu (13/7/2022).

"Tidak boleh melakukan aksi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah adat Tabi," tegasnya.

Sementara itu, Ondoafi Kampung Sereh, Yanto Eluay mengingatkan kelompok garis keras yang ingin mengacaukan keamanan agar mengerem rencananaya.

Ia ingin wilayah adat Tabi tetap kondusif dan memberi kenyamanan bagi siapa pun yang ingin menajukan Papua.

"Kepada kelompok siapapun yang mau melakukan aksi anarkis dan mengganggu situasi kamtibmas maka tidak boleh dilakukan diatas tanah adat Tabi," ujar Yanto Eluay.

"Kami anak adat Tabi ingin daerah kami maju dan berkembang," tandas anak tokoh kharismatik Papua, Theys Hiyo Eluay itu.

Baca juga: Petisi Rakyat Papua Galang Massa Besar-besaran 14 Juli, Jefry Wenda: Tolak DOB dan Lumpuhkan Kota

Selain mengecam rencana aksi PRP, para Ondoafi wilayah Sentani juga menyampaikan lima poin pernyataan sikap, antara lain:

  1. Kami Solidariatas Masyarakat Papua berterimakasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap Papua yang mana sudah mengesahkan Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus di Tanah Papua. Karena akan memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.
  2. Kami Solidariatas Masyarakat Papua mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua karena merupakan program strategis nasional berdasarkan aspirasi masyarakat. Melalui pendekatan pemekaran akan mengakselerasi pembangunan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan, serta memperpendek rentang kendali pembangunan kepada masyarakat di wilayah Papua.
  3. Kami Solidariatas Masyarakat Papua mendukung sepenuhnya pembentukan DOB di wilayah Papua karena secara yuridis telah diamanatkan dalam pasal 76 ayat 1, 2 dan 3 Undang-undang Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Papua melegitimasi amanat pemekaran dapat dilakukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakar serta mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua. Sekaligus peningkatan kesehatan, peluang kesempatan kerja, peningkatan pembangunan sumber daya manusia, pembangunan ekonomi daerah, pengelolaan potensi ekonomi daerah dan pertumbuhan kehidupan demokrasi dapat diwujudkan demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Bahwa Kami Solidariatas Masyarakat Papua mengecam aksi-aksi yang selalu dilakukan oleh kelompok bersebrangan Pro Merdeka (PRP dan KNPB), yang selalu memberikan aspirasi penolakan DOB dan Otsus. Maka masyarakat Papua harus bisa melihat bahwa kelompok tersebut hanya menyesatkan rakyat sendiri.
  5. Kami Solidariatas Masyarakat Papua mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu yang tidak benar, tetap menjaga kedaulatan NKRI di atas tanah Papua.
Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved