Pengamat Sebut PDIP dan PKS Ibarat Air dan Minyak: Tak Mudah Bersatu karena Beda Pondasi Ideologis

Pengamat politik menilai sulit bagi PDIP untuk bekerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Pemilu dan Pilpres 2024.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam saat ditemui di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019) - Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam menilai sulit bagi PDIP untuk bekerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Pemilu dan Pilpres 2024. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai sulit bagi PDIP untuk bekerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Pemilu dan Pilpres 2024.

Pasalnya, kata Umam, PDIP dan PKS memiliki perbedaan ideologi yang sangat ekstrem.

Masing-masing menempati posisi poros kutub ideologi yang berbeda, PKS di sayap kanan dan PDIP di sisi kiri.

Baca juga: Pengamat Nilai Koalisi PDIP-Demokrat Bisa Terjadi jika Mega Berdamai dengan SBY: Harus Jadi Teladan

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat sambutan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022).
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat sambutan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Umam mengibaratkan PDIP dan PKS seperti air dan minyak yang tak mungkin bersatu.

"Relasi antara PDIP dan PKS ibarat air dan minyak, tidak mudah menyatukan karena memang ada garis perbedaan signifikan dalam pondasi ideologis keduanya," kata Umam.

Kendati demikian, tak ada salahnya ruang dialog antarpartai dibuka untuk menjembatani polarisasi antara keduanya.

Bagaimanapun, lanjut Umam, rencana silaturahmi PDIP ke seluruh partai politik merupakan langkah yang baik jelang Pemilu 2024.

"Rencana pertemuan PDIP dengan Partai Demokrat dan PKS merupakan langkah progresif untuk menghadirkan pendidikan politik yang sehat dan mengokohkan tradisi demokrasi yang matang," tutur dosen Universitas Paramadina itu.

Baca juga: Terbuka Kerja Sama dengan PDIP, Demokrat: Kalau Ada yang Bermasalah, Masalahnya Bukan di Demokrat

Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) presiden Ahmad Syaikhu
Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) presiden Ahmad Syaikhu (Tribunnews.com)

Sebelumnya diberitakan, Megawati Soekarnoputri menugaskan putrinya yang tak lain adalah Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, untuk menemui semua ketua umum partai politik.

Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul bilang, Megawati tak memerintahkan putrinya untuk bertemu dengan satu atau dua petinggi parpol saja, melainkan seluruhnya.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin Puan menjadwalkan pertemuan dengan dua partai yang sempat disebut sulit bekerja sama dengan PDIP, yakni Demokrat dan PKS.

"Ibu (Megawati) tidak mengatakan ini nomor siji (satu), ini nomor dua tidak begitu. Bisa saja zig-zag ketemu, 'Oh, saya mau sama-sama yang muda, bagaimana kalau ketemu Mas AHY bisa," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022).

"Oh, kira-kira ideologinya agak berjauhan, misalnya mau ketemu Syaikhu (Presiden PKS Ahmad Syaikhu) dulu ya monggo," tuturnya.

Baca juga: Sebut Puan Ditugaskan Megawati Temui Ketum Semua Partai, Bambang Pacul Singgung Demokrat dan PKS

Hasto Sempat Sebut PDIP Sulit Koalisi dengan PKS

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved