Budaya Papua

Berangkat dari Mitos, Kelompok Musisi Ini Kolaborasikan Musik Modern dan Etnik Papua

Ajang Temu Musik di Kabupaten Jayapura menyita perhatian publik. Alat musik modern dan etnik Papua digabungkan.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
AJANG TEMU MUSIK- Kolaborasi antara alat musik modern dan etnik Papua di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (Jumat (15/7/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Ajang Temu Musik di Kabupaten Jayapura, Papua, menyita perhatian publik.

Pasalnya, alat musik modern dan etnik Papua ternyata bisa mengeluarkan resonansi yang harmonis.

Ini tampak saat sekelompok musisi mencoba memandukan alat musik modern dan etnik Papua di Ajang Temu Musik yang di selenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbud) menuju Indonesia Bertutur 2022.

Sebanyak 14 komposer sebelumnya mengunjungi Pasar Pharaa Sentani, Senin (11/7/2022), dan Club Pencinta Alam (CPA) Hiroshi Cycloop, Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Festival Danau Sentani dan KMAN jadi Ajang Kebangkitan Masyarakat Adat

Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Satu tim terdiri dari empat musisi.

Satu di antara musisi, Yudhi Kaiway, mengatakan proses kreatifnya membuat musik dibagi dalam beberapa metode.

Antaralian dari mitos yang diterjemahkan dalam simbol dan suara yang ada di cagar budaya, lalu direkam menggunakan soundscape.

Yudhi, misalnya, memainkan alat musik Tifa, triton, picon, dan vocal.

Sedangkan Sri Hanuraga yang membuat efek suara memakai aplikasi Ableton.

Efek dimaksud menjelaskan suara yang dihasilkan dari alat musik, dan suara burung Cenderawasih, lalu diterjemahkan dalam bentuk nada dan ritme.

"Jadi instrumen lokal kami campur dengan teknologi, diproses sehingga suara aslinya berubah," kata Yudhy di Sunny Garden Lake Hotel, Sentani, Distrik Sentani Kota, Jumat (15/7/2022).

Menurut Aga sapaan akrabnya, bunyi asli akan dicampur karena tema acara pada Indonesia Betutur 2022 nantinya yaitu masa lampau yang mengalami moderinisasi.

Namun, pada pertunjukannya nanti tetap memainkan alat musik aslinya.

Berangkat dari mitos, kata Aga, manusia secara individu diharapkan mengenal dirinya secara pra-rasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved