Budaya Papua

Terinspirasi Pasar Paharaa Sentani, Komposer di Ajang Temu Musik Lahirkan Karya Pharaa Swara

Ajang Temu Musik yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbud) menuju Indonesia Bertutur 2022.

Tribun-Papua.com/ Putri
Kelompok dalam ajang Temu Musik ini hasilkan satu karya dengan judul Pharaa Swara setelah mengunjungi Pasar Pahraa di Sentani 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Satu kelompok dalam ajang Temu Musik telah hasilkan satu karya dengan judul Pharaa Swara setelah mengunjungi Pasar Pahraa di Sentani.

Ajang Temu Musik yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbud) menuju Indonesia Bertutur 2022 akan berlangsung selama sepekan di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Pemain biola, Halida Fisandra yang juga menggunakan alat soundscape dan vocal mengatakan dirinya bersama tim berasal dari daerah dan latar belakang musik yang berbeda.

Soundscape atau alat rekam yang digunakan dalam kunjungannya ke Pasar Pharaa dan Club Pencinta Alam (CPA) Hiroshi Cycloop berbagai matrial dan sumber daya bunyi banyak mengispirasi dan dikumpulkan.

Baca juga: Papua Muda Kreatif Indonesia Bakal Gelar Pra KMAN di Jakarta Usung Tema Papua Intimate Dinner

Refleksi dari kunjungan tersebut, kata Halida, dengan melihat hasil kebun yang dijual di Pasar Pharaa yaitu sagu, tumpukan sayur yang rapi, Noken, dan buah pinang.

Menurutnya, hal tersebut menarik sebagai pertemuan empiris pertama untuk menjadi sumber penciptaan yang kemudian dijmajinasikan dalam sebuah karya.

"Kami juga baru tahu ternyata ada pengkhotbah di tempat umum, jadi agama dan moral juga menjadi concern kami untuk dipadukan,"katanya di Sentani, Distrik Sentani Kota, Jumat (15/7/2022).

Ia mengatakan pasar sebagai tempat yang lebur dengan interaksi, persebaran pengetahuan, informasi, dan negosiasi sehingga menghasilkan satu karya yang eksploratif.

Baca juga: Berangkat dari Mitos, Kelompok Musisi Ini Kolaborasikan Musik Modern dan Etnik Papua

Sementara itu, Yuddan Fijar Sugmatimur yang memainkan alat musik tifa, siter, dan vocal mengupakan latar belakang musik pada timnya seperti lapak di pasar.

"Jadi seperti lapak dari Depok yang pakai biola, Ambon ada tifa, dari Bali pakai kendang," ujarnya.

Dalam kelompok tersebut terdiri dari lima orang diantaranya Seraya dengan alat musik kendang dan vocal, Presley Talaud menggunakan tifa, kazu, dan vocal, juga Ryan Ajayanto yang memakai alat musik sape dan vocal. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved