Internasional

AKHIRNYA Gotabaya Rajapaksa Dilengserkan, Rakyat Sri Lanka Punya Presiden Baru

Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negaranya pada awal pekan ini dan mengirim surat pengunduran diri dari Singapura.

AFP
Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam demonstrasi anti-pemerintah di luar kantor Presiden di Kolombo pada 9 Juli 2022. - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang terkepung melarikan diri dari kediaman resminya di Kolombo, kata sumber pertahanan utama kepada AFP, sebelum pengunjuk rasa berkumpul untuk menuntut pengunduran dirinya menyerbu menggabungkan. (Photo by AFP) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Krisis ekonomi besar-besaran di Sri Lanka berbuntut Gotabaya Rajapaksa dilengserkan dari kursi Presiden.

Bahkan, kini rakyat Sri Lanka punya presiden baru.

Hal ini diketahui usai sebelumnya Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negaranya pada awal pekan ini dan mengirim surat pengunduran diri dari Singapura.

"Gotabaya telah mengundurkan diri secara sah mulai Kamis (14/7/2022)," kata Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardana, pada Jumat (15/7/2022).

"Saya telah menerima pengunduran diri (Presiden Gotabaya)," tambah dia, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Pengganti Gotabaya Rajapaksa

Dengan Gotabaya yang lengser, maka Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe secara otomatis menjadi penjabat presiden sementara.

Status ini berlaku sampai parlemen dapat memilih seorang anggota parlemen untuk menggantikan Rajapaksa selama sisa masa jabatannya.

Hal ini merujuk pada konstitusi Sri Lanka.

Namun, Wickremesinghe sendiri juga telah diminta mundur dari jabatannya oleh rakyat Sri Lanka.

Abeyweardana mengatakan Parlemen akan bersidang pada Sabtu (15/7/2022) untuk memulai proses pemilihan presiden baru.

Abeyweardana mengharapkan poses ini akan berjalan hanya dalam waktu tujuh hari ke depan.

"Saya berharap bisa menyelesaikan proses pemilihan presiden baru dalam waktu tujuh hari," katanya, dikutip dari Associated Press (AP).

"Saya meminta kerja sama semua pihak untuk melengkapi persyaratan konstitusional," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved