Korupsi di Papua

Tiga Anggota Polisi Ditahan terkait Pelarian dan Dugaan Korupsi Bupati Mamberamo Tengah

Aipda AI disinyalir membantu proses pelarian bupati RHP ke Papua Nugini (PNG). Bupati Mamberamo Tengah tersangka kasus supa dan gratifikasi.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi polisi 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tiga anggota polisi ditahan Propam Polda Papua terkait pelarian Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) ke negara Papua Nugini (PNG).

Ketiganya berinisial Aipda AI, Bripka JW dan Bripka EW. Selama ini bertugas sebagai ajudan dan pengawal pribadi (Walpri) bupati. 

Mereka diduga kuat membantu proses pelarian RHP, tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabid Propam Polda Papua Kombes Gustav Urbinas mengatakan, ketiga orang tersebut ditahan karena memiliki hubungan dengan bupati Ricky Ham Pagawak (RHP).

Baca juga: Bupati di Papua Melarikan Diri ke PNG saat Hendak Diperiksa KPK, Ini Sosok RHP

"Kami saat ini mengamankan tiga personel Polda Papua, Aipda AI, Bripka JW dan yang satu dibawa dari Kobagma Bripka EW," ujar Kombes Gustav Urbinas di Jayapura, Sabtu (16/7/2022).

MUSDA DEMOKRAT - Ricky Ham Pagawak (RHP), saat diwawancarai awak media di Kota Sentani termasuk Tribun-Papua.com, pada Sabtu (19/3/2022).
MUSDA DEMOKRAT - Ricky Ham Pagawak (RHP), saat diwawancarai awak media di Kota Sentani termasuk Tribun-Papua.com, pada Sabtu (19/3/2022). (Istimewa)

Aipda AI disinyalir membantu proses pelarian RHP yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Aipda AI yang bersama-sama RHP (terbang dari Bokondini ke Jayapura) yang kemudian menyiapkan kendaraan dan alat komunikasi," kata Gustav.

Kini, Aipda AI juga tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Jayapura.

Gustav memastikan, ketiga anggota polisi tersebut akan diperiksa dan menjalani sidang etik.

Selain diduga membantu RHP menghindari proses hukum KPK, mereka juga tidak kooperatif ketika diminta melapor di kesatuannya masing-masing.

"Mereka akan ditahan untuk maksimal 30 hari selama kepentingan kami memeriksa ataupun untuk membantu penyelidikan KPK," ucapnya.

"Sesaat setelah ada perintah penarikan untuk mereka (ajudan dan Walpri RHP) melapor diri, mereka kesannya menghindar dan tidak melaksanakan perintah itu, artinya mereka lari-lari."

"Karena mereka tidak juga melapor maka kami harus melakukan upaya menangkap," tegas Gustav.

Aipda AI dan Bripka JW adalah anggota Brimob Polda Papua, sedangkan Bripka EW merupakan anggota Polres Mamberamo Tengah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved