Papua Terkini

Akses Kampus Dipalang, Rektor Uncen Diminta Tambah 1.500 Kuota untuk Mahasiswa Asli Papua

Hingga berita ini tayang, demonstrasi masih berlangsung tepatnya di gapura Uncen Waena. Massa meminta Rektor segera turun.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
AKSI - Ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menutup akses kampus di Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Senin (18/7/2022). Mereka meminta Rektor menambah 1.500 kuota calon mahasiswa bagi orang asli Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menutup akses kampus di Prumnas III Waena, Kota Jayapura, Senin (18/7/2022).

Aksi ini dikoordinir BEM dan MPM dari 9 fakultas.

Mereka menuntut pihak kampus segera menambah kouta 1.500 calon mahasiswa baru bagi Orang Asli Papua (OAP).

Baca juga: Mahasiswa Uncen Jayapura Kembali Palang Kampus, Minta 4 Tuntut Segera Dipenuhi

Tuntutan itu disampaikan perwakilan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Uncen, Marthen Mijau.

"Kami minta untuk segera kouta penerimaan mahasiwa baru sebanyak 1.500 ditambahkan, khusus untuk mahasiswa Orang Asli Papua," kata Mijau di Gapura Uncen Waena.

Marthen meminta agar pihak Universitas Cenderawasih segera mendengarkan tuntutan tersebut.

"Tuntutan kami jelas. Jika lembaga tidak indahkan, maka kami tetap palang kampus sampai tuntutan kami didengar," ujarnya.

Marthen mengakan aksai yang sama juga telah dilancarkan pihaknya pada 13 Juli lalu.

Namun, tidak direspon pihak Uncen. 

"Satu hari ini tidak ada aktivitas sama sekali di Uncen. Kami akan palang sampai Rektor dengar tuntutan kami," tegasnya.

Sekadar diketahui, hingga berita ini tayang, demonstrasi masih berlangsung tepatnya di gapura Uncen Waena. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved