Breaking News:

Cari 'Jodoh' untuk Pilpres 2024, PKS 'Taaruf' dengan Demokrat dan Nasdem: Kita Samakan Frekuensi

Jubir PKS mengibaratkan proses pencarian koalisi yang dilakukan partainya seperti tahapan mencari jodoh dalam agama Islam.

Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019) - Jubir PKS mengibaratkan proses pencarian koalisi yang dilakukan partainya seperti tahapan mencari jodoh dalam agama Islam. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengakui partainya tengah menjalin komunikasi yang intensif dengan Partai Demokrat dan Partai Nasdem.

Hal itu dilakukan PKS dalam langkah membangun koalisi untuk Pemilu dan Pilpres 2024.

Kholid mengibaratkan proses pencarian koalisi yang dilakukan PKS seperti tahapan mencari jodoh dalam agama Islam.

Baca juga: Pengamat Sebut PDIP dan PKS Ibarat Air dan Minyak: Tak Mudah Bersatu karena Beda Pondasi Ideologis

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019)
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019) (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

"Sebelum lamaran, sebelum khitbah, kita taaruf dulu. Kita taaruf dulu sama bang Andi (Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng) sama Demokrat. Kita taaruf dulu dengan Bang Surya Paloh. Itu kan cari jodoh," kata Kholid dalam acara diskusi Total Politik, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2022).

Kholid mengungkapkan, taaruf itu diimplementasikan oleh PKS saat bertemu Demokrat dan Nasdem.

Dalam pertemuan-pertemuan yang digelar, PKS ingin menemukan kesamaan visi misi antara dua partai tersebut.

"Kita taaruf dulu, kita samakan frekuensi, kita samakan platform dulu," ucap Kholid.

Baca juga: Sebut Puan Ditugaskan Megawati Temui Ketum Semua Partai, Bambang Pacul Singgung Demokrat dan PKS

Kendati demikian, menurut Kholid tak menutup kemungkinan PKS juga membangun komunikasi dengan partai lain.

Termasuk, lanjut dia, komunikasi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dihuni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"(Tapi) lebih maju, kami akui PKS mengakui bahwasanya komunikasi dengan Demokrat dan Nasdem relatif lebih maju dibanding partai lain," tuturnya.

Di sisi lain, Kholid mengingatkan bahwa PKS menyuarakan terbentuknya lebih dari dua poros pada Pemilu 2024.

Sebab, hal itu juga untuk menghindari polarisasi yang terbentuk pada Pemilu sebelumnya.

"Kita merekomendasikan, kita menginginkan lebih dari dua poros, dan ketua majelis syuro dengan sangat eksplisit juga mengatakan, kita di 2024 kita tidak menginginkan dua poros seperti 2014 dan 2019," pungkasnya.

Baca juga: PKB Mesra dengan Gerindra, Bagaimana Nasib Koalisi Semut Merah? Ini Kata PKS

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh memprediksi ada tiga poros koalisi partai politik (parpol) yang terbentuk di Pilpres 2024.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved