KTT G20

Dukung G20, Freeport Tekan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Inovasi Teknologi dan Kolaborasi

PT Freeport Indonesia (PTFI) secara konsisten mendukung fokus agenda G20 2022 dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
PT Freeport Indonesia for Tribun-Papua.com
PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah menjalankan program reboisasi di lahan seluas 3 ribu hektar dan penanaman 5 juta pohon, yang telah berkontribusi terhadap penyerapan karbon. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKAPT Freeport Indonesia (PTFI) secara konsisten mendukung fokus agenda G20 2022 dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Hal tersebut disampaikan dalam dialog Bincang Dua Puluh bertajuk “Misi Keberlanjutan melalui Penurunan Emisi” Kamis (7/7/2022) lalu di Jakarta, bertepatan dengan momentum presidensi Indonesia di rangkaian acara pertemuan G20 2022.

Bersama dengan Kompas, Climate Stewardship Working Group (CSWG) G20, Yayasan Kehati, Universitas Papua, dan pemerhati lingkungan, PTFI sepakat bahwa kolaborasi multipihak diperlukan dalam percepatan upaya mitigasi pengurangan emisi GRK di tingkat nasional dan global.

Baca juga: Luhut Tunjuk Jenderal Andika Perkasa Amankan 3 Pejabat Penting Jelang KTT G20, Ada Apa?

Melalui kegiatan operasional tambang perusahaan dan kemitraan multipihak yang telah terjalin, PTFI berperan serta dalam upaya penurunan emisi GRK.

"PTFI percaya bahwa sektor swasta memegang peran penting untuk mendorong implementasi program pengurangan emisi GRK. Sebagai bagian dari komitmen perusahaan bakal keberlanjutan, PTFI memiliki strategi iklim untuk mendukung ekonomi hijau dan memberikan nilai tambah bersama bagi para pemangku kepentingan,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam paparan keynote speech yang membuka dialog Bincang Dua Puluh diterima Tribun-Papua.com, Senin (18/7/3022).

 

 

“Kami juga sepenuhnya mendukung target pemerintah di presidensi G20 2022 untuk mencapai emisi nol (zero emission) pada tahun 2060. Kami Freeport berharap momentum ini dapat menjadi wadah transformasi untuk mewujudkan dunia yang bebas dari emisi GRK,” sambungnya.

Tony menjelaskan, dalam lingkup program lingkungan, PTFI sudah menjalankan program reboisasi di lahan seluas 3 ribu hektar dan penanaman 5 juta pohon, yang telah berkontribusi terhadap penyerapan karbon.

Selain itu, PTFI di tahun ini juga berencana untuk menjalankan reboisasi dan menanam pohon di lahan seluas 3.810 hektar di Jayapura.

Pencapaian ini selanjutnya bakal dilengkapi dengan penerbitan rencana operasional dan aksi mitigasi yang terkait dengan kehutanan dan pemanfaatan lahan.

“Tuntutan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan terkait energi terbarukan dan upaya penurunan emisi GRK semakin mendorong perusahaan seperti PTFI untuk terus berinovasi dan bertransformasi. Kami akan selalu terbuka untuk menjalin kemitraan strategis sekaligus mengeksplorasi upaya lain yang dapat menghasilkan nilai tambah bagi berbagai pemangku kepentingan,” tutup Tony.

Baca juga: Negara Genting jelang G20, Jenderal Andika Perkasa Diperintahkan Amankan 3 Pejabat Penting Ini

Sebelumnya, PTFI telah berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK sebesar 30 persen pada tahun 2030 dalam kesempatan di Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved