Pendidikan

Ketua LPP IAN Papua Sebut Mahasiswa Harus Berikan Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat

Melalui moderasi beragama, kata Suparto Iribaram, kontribusi nyata perlu di optimalkan karena sumber daya alam belum dikelola secara baik dan maksimal

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Institute Agama Islam (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Suparto Iribaram menyebutkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa harus berikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, KOTA JAYAPURA – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Institute Agama Islam (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Suparto Iribaram menyebutkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa harus berikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Papua.

Saat ini sedang berlangsung pembekalan kepada 304 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia di IAN Fattahul Muluk Papua.

Iribaram mengatakan kegiatan berlangsung selama sebulan tersebut dapat memberikan efek yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Sebanyak 304 Mahasiswa PTKN se-Indonesia Bakal Ikuti KKN di Papua dan Papua Barat

Melalui moderasi beragama, kata Iribaram, kontribusi nyata perlu di optimalkan karena sumber daya alam belum dikelola secara baik dan maksimal.

Selain dapat mengangkat ekonomi masyarakat dan harmonitas dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa diharapakan melakukan intervensi pada peningkatan kualitas individu pada masyarakat.

 

 

Di dua Kabupaten di Papua, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kota Jayapura. Juga di tiga kabupaten di Papua Barat yaitu Kaimana, Fakfak, dan Raja Ampat dari 34 mahasiswa dari PTKN seluruh Indonesia hadir di Papua.

"Mahasiswa yang hadir di Papua saat ini berasal dari berbagai bidang disiplin yang berbeda dan diharapkan mampu memberikan sumbangsih dan hal positif," katanya di Aula IAN Fattahul Muluk Papua, Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Senin (18/7/2022).

Ia juga memberikan apresiasi kepada PTKN di Indonesia, Institut Agama Kristen Negeri Manado (IAKN ), Manado, Institut Agama Kristen Negeri Manado (IAKN ), Ambon, dan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani (STAKPN) Sentani.

"Kami sebagai tuan rumah masih ada kekurangan mohon dimaklumi itulah kekurangan kami sebagai manusia, ini upaya untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved