Korupsi di Papua

Mosi Tidak Percaya Dilayangkan ke Ketua DPRD Mamteng, Pemuda: Polisi Segera Tangkap Aktor Kegaduhan

Polisi diminta menangkap aktor hingga dalang pemalangan jalan serta pengusiran warga non-Papua dari Distrik Kobakma, Mamberamo Tengah, Papua.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Tokoh Intelektual Pemuda dan Masyarakat Mamberamo Tengah memberi keterangan pers di Jayapura, Senin (18/7/2022). Mereka meminta pihak Kepolisan Daerah Papua untuk segera menindak tegas aktor kegaduhan di Kabupaten Mamberamo Tengah. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polda Papua diminta segera menindak tegas aktor di balik kegaduhan publik selama beberapa pekan di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Polisi diminta menangkap aktor hingga dalang pemalangan jalan serta pengusiran warga non-Papua dari Distrik Kobakma, pasca-penetapan status tersangka kasus suap dan gratifikasi terhadap bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Permintaan ini disampaikan tokoh intelektual, pemuda dan masyarakat Mamberamo Tengah di Kota Jayapura, Senin (18/7/2022).

Baca juga: KPK Tetapkan Status DPO terhadap Ricky Ham Pagawak, Bupati Mamberamo Tengah Kabur ke PNG

Perwakilan tokoh intelektual, pemuda dan Masyarakat Mamberamo Tengah, Nius Yikwa, meminta polisi segera melakukan penyelidikan hingga mengungkap dalang kegaduhan tersebut.

Ia menyebut nama ketua DPRD Mamberamo Tengah sebagai dalang peristiwa itu.

"Kami minta dengan tegas untuk segera proses Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Hengky Yikwa atas tindakan yang dilakukan terkait pemalangan dan pengusiran masyarakat non-Papua di daerah Mamteng," ujar Nius kepada Tribun-Papua.com.

Nius mengatakan, tindakan itu disinyalir memperkeruh situasi dengan mengarahkan massa untuk demonstrasi guna melemahkan uapaya KPK memeriksa bupati RHP.

Massa diduga diarahkan menolak RHP sebagai tersangka korupsi.

"Jadi Ketua DPR Mamberamo Tengah Hengky Yikwa, Marmin Yikwa, Doris Doga, Theo Baminggen, Enius Yare, mereka ini adalah aktor kegaduhan di Mamberamo Tengah. Kami minta Polda Papua segera proses mereka," ujarnya.

Sementara itu, Welingson Karoba menyatakan masyarakat Mamberamo Tengah telah mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap ketua serta anggota DPRD Mamberamo Tengah.

"Kami masyarakat sudah tidak percaya mereka. Bagaimana mau pimpin Mamberamo Tengah ke depan kalau jadi pengacau begini," pungkasnya.

Adapun mosi tidak percaya, kata Karoba, sudah dilayangkan sejak Senin (18/7/2022) kepada DPRD Mamberamo Tengah.

Baca juga: Aktivitas di Mamberamo Tengah Papua Lumpuh, Akses Dipalang: ASN dan Pedagang Mengungsi ke Wamena

Berikut tiga pernyataan sikap kaum intelektual pemuda dan masyarakat Mamberamo Tengah:

1. Mosi tidak percaya kepada ketua dan 4 anggota DPRD Mamberamo Tengah fraksi demokrat.

2. Kami minta Kapolda Papua segera tindak tegas Ketua DPRD Mamberamo Tengah yang terkesan lindungi koruptor.

3. Kami mohon kepada Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Pusat dan Ketua DPD Demokrat Papua dan Badan Kehormatan Partai Demokrat harus lakukan PAW dari kepengurusan Partai Demokrat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved