Papua Terkini

Kisruh Mamteng, Tokoh Pemuda: Polda Papua Segera Tangkap dan Periksa Ketua DPR Setempat

Tokoh Intelektual, Pemuda, dan Masyarakat Mamberamo Tengah angkat bicara menyikapi situasi kegaduhan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Tokoh Intelektual, Pemuda, dan Masyarakat Mamberamo Tengah angkat bicara menyikapi situasi kegaduhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten tersebut. Satu diantara Tokoh Pemuda Mamberamo Tengah, Yorim Thago mengatakan, pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera proses aktor dibalik kisruhnya situasi Mamberamo Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tokoh Intelektual, Pemuda, dan Masyarakat Mamberamo Tengah angkat bicara menyikapi situasi kegaduhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten tersebut.

Satu diantara Tokoh Pemuda Mamberamo Tengah, Yorim Thago mengatakan, pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera proses aktor dibalik kisruhnya situasi Mamberamo Tengah.

"Pihak keamanan segera periksa orang-orang yang menjadi oknum perkeruh situasi di Mamteng. Pasalnya, mereka itu adalah pihak eksekutif maupun legislatif di Mamberamo Tengah," kata Yorim kepada Tribun-Papua.com, Selasa (19/7/2022) di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.

Baca juga: Mosi Tidak Percaya Dilayangkan ke Ketua DPRD Mamteng, Pemuda: Polisi Segera Tangkap Aktor Kegaduhan

Yorim mengatakan, masyarakat telah membuat mosi tidak percaya kepada Ketua DPR Mamberamo Tengah, beserta empat anggotanya dari fraksi demokrat, dan Gerindra.

Dikatakan, Ketua DPR Mamteng dan anggotanya telah melanggar UU No 17 Tahun 2017 tentang tugas dan fungsi lembaga DPR.

 

 

Lembaga DPR melindungi rakyat, menjaga Kesinambungan pelayanan pemerintah terhadap rakyat Bukan justru menghalangi, Menutup Kantor pemerintahan dan bikin susah rakyat kecil.

"Sayang sekli Ketua dan anggota dewan gagal dalam tugas utamanya. Kami minta, pihak KPK maupun Polda Papua, tindak tegas mereka berlima ini. Karena, mereka yang membangun isu sehingga masyarakat non Papua, pegawai di Mamteng, hingga Masyarakat pesisir menghindar ke Jayawijaya,” kata Yorim.

“Tindakan Ketua bersama Anggota Dewan dan Pejabat Mamteng ini disebut Obstruction Justice, tindakan upaya menghalang-halangi Proses Kerja penyidik KPK dalam Memberantas Korupsi, Mereka tabrak UU KPK No 32 Tahun 1999, sangat melawan negara," sambungnya.

Kata dia, disana (Memberemo Tengah), masyarakat tidak tau masalah. Yang membuat kegaduhan itu para pejabat bekerja sama dengan koruptor.

Baca juga: 50 Nakes Mengungsi ke Wamena, Kadinkes Mamteng: Situasi Kobakma Kondusif, Baru Kami Kembali

"Untuk itu, kami minta agar mereka itu segerah diperiksa. Di mata hukum kita semua sama, tidak ada pejabat dan Masyarakat, tidak ada kaya dan miskin tapi yang ada hanya salah dan benar," tambah dia.

Senada Tokoh Intelektual, Pemuda dan Masyarakat Mamberamo Tengah Nius Yikwa mengatakan, pihaknya mendesak Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Papua tegas terhadap kader yang anggota DPR melindungi koruptor.

"Heranya lagi, Ketua DPR mamteng dan keempat anggota fraksinya itu dari Partai Demokrat, juga kader Partai Gerindra, sementara memakai fasilitas negara tapi melawan negara. Kami minta Kepada DPD Parta Demokrat Papua bapak Lukas Enembe Segera memberi sangsi tegas kepada mereka yang Kriminalisasi UU secara lembaga oleh Kader Partai," tegasnya.

Kata Nius, tidak hanya sangsi di Tingkat DPD Demokrat Provinsi Papua. Seharusnya, Ketua DPP Partai Demokrat Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan Pusat menindak tegas kelima anggota DPR Mamberamo tengah tersebut.

"Semua harus dilakukan demi menjaga wibawah partai dalam menghadapi pesta Politik mendatang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved