KKB Papua

Danrem 172/PWY Ungkap Situasi Masyarakat di Kenyam Nduga Pascaaksi Penyerangan KKB

Danrem 172/PWY mengungkapkan situasi di Kota Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Papua setelah aksi pembantaian yang dilakukan oleh KKB.

Tribun-Papua
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring - Danrem 172/Praja Wira Yathi mengungkapkan situasi di Kota Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Papua setelah aksi pembantaian yang dilakukan oleh KKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yathi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh Sembiring mengungkapkan situasi di Kota Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Papua setelah aksi pembantaian yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Diketahui, KKB menyerang dan membantai warga di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022). 

Penyerangan yang dilakukan KKB itu menyebabkan 11 warga sipil tewas, satu di antaranya adalah pendeta.

Baca juga: Serangan KKB Tewaskan Warga Sipil, Pj Bupati Nduga Minta Maaf: Nyawa Manusia Tak Bisa Digantikan

EVAKUASI - Personel gabungan TNI, Polri sedang melakukan evakuasi korban kekejaman KKB di Kabupaten Nduga. Peneliti Papua menilai, Pemerintah Pusat perlu mencari solusi dalam menyelesaikan konflik bersenjata antara TNI/Polri dan KKB di Provinsi Papua.
EVAKUASI - Personel gabungan TNI, Polri sedang melakukan evakuasi korban kekejaman KKB di Kabupaten Nduga, Sabtu (16/7/2022).  (Tribun-Papua)

Juinta mengatakan, warga asli Papua dan masyarakat dari luar Papua masih beraktivitas di Kenyam.

Aktivitas ekonomi masyarakat di Kenyam juga berjalan normal.

“Sampai saat ini warga sipil, terutama para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berasal dari luar Papua masih melakukan aktivitas di Kenyam Kabupaten Nduga,” tutur Juinta di Korem 172/PWY, Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: 11 Warga Sipil Dibunuh KKB, Amnesty Minta Pemerintah Hentikan Siklus Kekerasan di Papua

TNI Bantu Pengamanan Warga Sipil

Juinta juga mengatakan TNI akan membantu Polri dalam pengamanan di Kabupaten Nduga.

“Kami akan membantu memback-up Polri untuk membantu memberikan pengamanan kepada warga masyarakat yang ada di Kabupaten Nduga,” kata Juinta.

Juinta memastikan, TNI akan mendukung Polri untuk mengusut tuntas kasus penyerangan yang menewaskan belasan warga sipil tersebut.

Salah satu upaya TNI, kata Juinta, membantu pengamanan saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Juinta berharap, kasus penyerangan terhadap warga sipil ini segera terungkap dan pelaku ditangkap.

Baca juga: Tewas Dibunuh KKB, Pendeta Eliaser Baye ke Pergi Nduga dalam Rangka Konferensi GKI di Wamena

“Sudah pasti olah TKP sudah kita dukung untuk pihak kepolisian melakukannya. Kemudian data intelijen dari lokasi terus kita update sampai saat ini,” katanya.

Juinta mengungkapkan, TNI mendukung upaya penegakan hukum terhadap para pelaku penyerangan tersebut.

“Detailnya saya tidak bisa sampaikan secara terbuka, namun langkah-langkah itu akan ada. Yang penting kita akan melindungi warga sipil dan kita mendukung tugas-tugas dari aparat kepolisian,” ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Usai Penyerangan KKB di Nduga, Danrem 172/PWY: Kami Bantu Polri Berikan Pengamanan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved