Breaking News:

KKB Papua

Pekerja di Pegunungan Bintang Papua Diminta Waspada Gangguan KKB, Kapolres: Ada Potensi Serangan

Pergerakan KKB terdeteksi di Pegunungan Bintang, menyusul serangan KKB yang menewaskan 11 warga sipil di Kabupaten Nduga. Warga diminta waspada!

Istimewa/ Tribun-Papua.com
Ilustrasi: Satgas Gabungan TNI Polri dan polres pegunungan bintang melaksanakan Evakuasi Warga dari Distrik Kiwirok. Kapolres Pegubin AKBP Cahyo mengimbau para pekerja mewaspadai potensi teror dari KKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polisi mengimbau para pekerja di Kabupaten Pebunungan Bintang, Papua, lebih mewaspadai potensi teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sebab, pergerakan KKB terdeteksi menyusul serangan yang menewaskan 11 warga sipil di Kabupaten Nduga, pada Sabtu (16/7/2022).

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito menyebut, satu hari terakhir tersebar beberapa pesan suara yang berisi imbauan agar para pekerja segera mengamankan diri ke Distrik Oksibil.

Baca juga: Cerita Warga Sulsel Selamat dari Pembantaian KKB Nduga Papua: Saya Sembuyi di Bak Truk, Ditembaki

AKBP Cahyo mengaku sudah mendapatkan informasi terkait potensi ancaman itu.

Karenanya, ia meminta para pekerja di luar Oksibil untuk lebih waspada.

"Kita sudah imbau karena kita dapat informasi juga, khususnya pekerja di distrik-distrik di luar Oksibil untuk berhati-hati," kata Cahyo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (20/8/2022).

"Kita memang tidak bisa memerintahkan mereka tarik karena itu menghambat (pembangunan). Cuma, kita harus sesuaikan dengan situasi dan ancaman yang ada," sambungnya.

Aparat kepolisian, kata Cahyo, mendapat informasi adanya pergerakan dari KKB kelompok Lamek Taplo.

"Dari hasil pemantauan dan patroli, kami dapat informasi memang ada pergerakan (KKB), cuma mau ke arah mana kami belum tahu," kata dia.

Cahyo juga mewaspadai kejadian pembantaian warga sipil seperti di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

Ia waspada, pembantaian tersebut memicu aksi serupa di wilayahnya.

Meskipun umumnya KKB bergerak di wilayah hutan yang tidak terdapat jaringan telekomunikasi, namun mereka masih mengikuti informasi yang terjadi di laur daerahnya.

"Gerakan mereka ini bersifat lokal tapi disiarkan lewat media sosial, takutnya itu (kejadian Nduga) memotivasi mereka untuk melakukan hal yang sama," katanya.

Karena itu, aparat keamanan mendatangi para pekerja di sekitar Oksibil yang masih bisa diakses melalui transportasi darat supaya lebih waspada.

Baca juga: Juda Gurusinga Tewas Ditembak KKB Papua, Sepupu Korban Histeris: Kami Datang ke Nduga Bukan Mencuri!

"Kita sementara melakukan patroli, mengedepankan Satgas Preventif Damai Cartens ke lokasi-lokasi tersebut. Kemarin ke arah Perpera sampai dengan pembangunan jalan (ke Batom) kita sudah sentuh."

"Kita sudah ingatkan untuk tingkatkan kewaspadaan karena tidak memungkinkan kita tinggal di situ untuk menjaga, personel kita terbatas," kata Cahyo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Potensi Serangan KKB, Pekerja di Pegunungan Bintang Papua Diminta Lebih Waspada"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved