Breaking News:

Papua Terkini

TOLAK Perkebunan Sawit, Ini Sikap Masyarakat Adat Lembah Grime Nawa Papua

Masyarakat Adat Lembah Grime Nawa dengan tegas menolak keberadaan perkebunan sawit yang dikelolah oleh PT Permata Nusa Mandiri (PNM).

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
PROTES - Masyarakat Adat Lembah Grime Nawa mendesak Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw untuk mencabut izin PT Permata Nusa Mandiri sekaligus mengembalikan hak hutan dan tanah kepada masyarakat adat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANIMasyarakat Adat Lembah Grime Nawa dengan tegas menolak keberadaan perkebunan sawit yang dikelolah oleh PT Permata Nusa Mandiri (PNM) di tanah dan hukum adat wilayah tersebut.

Penolakan tersebut dilakukan di Kantor Dewan Adat Suku Namblog.

Dalam penolakan tersebut, masyarakat dan juga Dewan Adat Grime Nawa lakukan musyawarah adat daerah di Kampung Nimbokrangsari, Distrik Nimbokrang, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Ini Alasan Pemkab Jayapura Evaluasi Izin Pembukaan Lahan Kelapa Sawit PT PNM

Pada pertemuan tersebut hadir Ketua Dewan Adat Suku Namblong, Ketua Dewan Adat Daerah Grime Nawa, Ketua Perempuan Adat Masyarakat Namblong, Kepala Kampung, Organisasi Perempuan Adat, dan masyarakat adat.

Dari hasil musyawarah tersebut, ada 11 poin pernyataan sikap yang menolak keberadaan perkebunan sawit.

 

 

Berikut 11 pernyataan tersebut diantaranya:

1. Menolak keberadaan perkebunan kelapa sawit PT Permata Nusa Mandiri (PNM) di wilayah Lembah Grime Nawa yang mengambil alih tanah dan hutan karena merusak lingkungan, tanah dan hukum adat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved