Hukum & Kriminal

Jadi Buronan KPK, Ricky Ham Pagawak Bakal Diekstradisi dari Papua Nugini!

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak hingga kini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap dan gratifikasi.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak (RHP) resmi ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan DPO tersebut karena diduga, Ricky Ham Pagawak melarikan diri ke Papua Nugini (PNG). 

TRIBUN-PAPUA.COM – Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak hingga kini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap dan gratifikasi.

Dugaan suap dan gratifikasi tersebut meliputi pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua.

Diduga, Ricky Ham Pagawak melarikan diri ke negara tetangga yaitu Papua Nugini, dan namanya sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) atau buron.

Baca juga: Jalan ke Gorontalo Tanpa Izin, Ajudan Bupati Mamteng Ditahan Polda Papua: KPK Kejar RHP

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, mengatakan pihaknya bakal mengkaji langkah ekstradisi terhadap Ricky Ham Pagawak.

"Kami harus lihat bagaimana hubungan antara negara kita dengan Papua Nugini. Apakah ada perjanjian ekstradisi atau apakah memungkinkan untuk MLA (mutual legal assistance) secara bersama agency to agency kita akan pertimbangkan," kata Karyoto dilihat dari tayangan YouTube KPK RI, Sabtu (23/7/2022).

 

 

Karyoto mengatakan, kajian itu bukan cuma untuk Ricky. KPK, dikatakannya, masih punya banyak tunggakan terkait DPO.

“Kami juga sedang berusaha untuk melakukan langkah-langkah yang signifikan ke arah situ,” ujarnya.

KPK telah mencegah Ricky dan tiga orang lainnya bepergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 3 Juni hingga 3 Desember 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved