Hukum dan Kriminal

Kejati Papua Temukan Indikasi Dugaan Korupsi di Kabupaten Boven Digoel Sebesar Rp 2,9 Miliar

Dari enam orang yang diperiksa, dua di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel dan Direktur BUMD PD Boven Digoel Sejahtera

Penulis: Raymond Latumahina | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
HASIL PENYELIDIKAN - Kejaksaan Tinggi Papua menyampaikan hasil penyelidikan terkait dugaan tindak pindana korupsi yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel sebesar Rp2,9 Miliar. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mencium adanya indikasi korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Boven Digoel.

Berdasarkan penyelidikan, Kejati Papua mengendus penyelewengan dana modal BUMD Perusahaan Daerah (PD) Boven Digoel Sejahtera sebesar Rp2,9 miliar.

Kejati Papua Resmi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi di Pegunungan Bintang

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Nikolaus Kondomo mengatakan, sudah ada 6 orang yang diperiksa terkait dugaan kasus korupsi ini.

Dari enam orang yang diperiksa, dua di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel dan Direktur BUMD PD Boven Digoel Sejahtera.

Bahkan, Nikolaus Kondomo menduga, ada keterlibatan Bupati Boven Digoel dalam kasus korupsi ini.

Pasalnya, Nikolaus Kondomo mengatakan, uang tersebut dikeluarkan sesuai dengan permintaan Bupati Boven Digoel.

Korupsi Massal di DPRD Paniai, Polda Papua Tetapkan 2 Tersangka Baru: Kerugian Negara Rp59 Miliar

“Uang Rp 2 miliar dipergunakan untuk persiapan Natal, sedangkan Rp1 miliar dipergunakan untuk perjalanan dinas Bupati,” kata Nikolaus Kondomo, Minggu (24/7/2022).

Nikolaus Kondomo melanjutkan, dana keseluruhan Rp3 miliar yang dikeluarkan dari APBD 2021 dan 2022 itu, Bupati Boven Digoel baru mengembalikan sebesar Rp100 juta.

“Jadi Rp2,9 miliar belum ada laporan pertanggungjawaban dari bupati yang seharusnya sudah dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya.

Polisi Tetapkan 14 Anggota DPRD Painai Jadi Tersangka Korupsi Dana APBD 2018, Kerugian Capai Rp 59 M

Selain ke-enam orang yang telah diperiksa tersebut, rencananya, Kejati Papua juga akan memanggil Bupati Boven Digoel untuk dimintai keterangan.

“Bupati akan kami periksa dua atau tiga hari ke depan. Kami juga telah layangkan surat panggilan,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublish, pejabat dari Pemkab Boven Digoel belum bisa dimintai konfirmasi terkait hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua ini. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved