Pendidikan

PTM di SMPN 11 Jayapura Diberlakukan Full Time, Prokes Tetap Diperketat Bagi Peserta Didik

PTM sudah diberlakukan secara 100 persen sepanjang waktu atau full time bagi total 600 lebih peserta didik di SMP Negeri 11 Jayapura.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah diberlakukan secara 100 persen sepanjang waktu atau full time bagi total 600 lebih peserta didik yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah diberlakukan secara 100 persen sepanjang waktu atau full time bagi total 600 lebih peserta didik yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Jayapura.

Pantauan Tribun-Papua.com Senin (25/7/2022), para siswa dan siswi, serta guru mulai melangsungkan upacara bendera sebelum memulai proses belajar mengajar di sekolah.

"Untuk PTM di SMPN 11, kita lakukan proses belajar mengajar tatap muka itu sejak Bulan Maret, dan terbatas dalam waktu sampai jam 10 pagi, tetapi masuk Juli terhitung dari tanggal 18 Juli 2022, kita sudah mulai lakukan PTM secara 100 persen," kata Kepala Sekolah SMPN 11 Jayapura Beatriks Sinon kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura Senin (25/7/2022).

Baca juga: Serunya Tanggapan Anak-anak yang Sudah Menjalani PTM di Sekolah

Ia mengatakan, meskipun PTM sudah dilangusngkan secara 100 persen di sekolah, tetapi peserta didik dan juga tenaga pendidik dalam hal ini para guru masih harus menerapkan prokes ketat.

"Kita masih berlakukan prokes ketat, anak-anak yang mau masuk ke ruangan wajib cuci tangan terlebih dahulu, dan harus menggunakan masker," katanya.

 

 

Dalam pelaksanaan PTM, pihaknya menginformasikan sejauh ini berjalan lancar dan aman di SMPN 11 Jayapura.

"Kita total peserta didik dari kelas 7 sampai 9 itu sekitar 600 lebih orang, dan puji Tuhan semua sudah dapat kembali mengikuti PTM di sekolah secara 100 persen," tuturnya.

Ditanya soal harapannya bagi dunia pendidikan di Kota Jayapura, Beatriks mengharapkan agar para siswa dapat lebih aktif melaksanakan pembelajaran.

"Serta bapak ibu guru harus berada di tempat, supaya dapat mengawal para siswa dan mendidik mereka dengan baik, pasca PTM dilaksanakan secara 100 persen," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Jayapura menginformasikan bahwasanya saat ini kasus aktif Covid-19 mencapai 9 orang per Sabtu 23 Juli 2022 lalu. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved