Info Merauke

Alasan Kemanusiaan, Warga PNG Hanya Bawa PLB Diizinkan Berobat ke RSUD Merauke

Kita legalkan warga PNG berobat di Puskesmas Sota karena puskesmas tidak sanggup menangani maka dirujuk ke RSUD

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
FAKTOR KEMANUSIAAN - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Togol Situmorang memberi keterangan terkait warga PNG yang hanya membawa PLB bisa beribat ke Kabupaten Merauke. Kebijakan itu dilakukan karena murni alasan kemanusiaan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Alasan kemanusiaan menjadi dasar banyak warga negara asing (WNA) Papua Nugini (PNG) masuk ke Indonesia hanya membawa Pas Lintas Batas (PLB) tetap diizinkan berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Papua. 

Kantor Imigrasi Merauke Beri Puluhan Buku Pas Lintas Batas Tradisional di Elikobel

"Selama ini kita selalu memberi rasa perikemanusiaan, kita legalkan warga PNG berobat di Puskesmas Sota karena puskesmas tidak sanggup menangani maka dirujuk ke RSUD. Padahal aturannya tidak boleh, tapi rasa kemanusiaan toleransi kita disini," ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Togol Situmorang kepada wartawan di Merauke, Kamis (28/7/2022).

Dia menjelaskan, warga PNG juga beralasan di negaranya tidak memiliki fasilitas kesehatan sehingga memilih mendapatkan pelayanan di Indonesia. 

Antisipasi Lintas Batas Ilegal di Perbatasan RI-PNG, Polisi Bersama Imigrasi Gelar Sweping

"Kalau mereka pakai paspor sebenarnya tidak masalah. Tapi selama ini hanya pakai PLB. Kita tahu bersama, PLB hanya berguna di perbatasan saja," beber Togol. 

Secara aturan, sambungnya, WNA PNG yang menggunakan kartu lintas batas hanya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, perbatasan RI-PNG. 

Mereka tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan sampai ke tingkat RSUD yang berada di wilayah Kota Merauke. 

BPKLN Papua Usulkan Bangun Pos Lintas Batas Laut RI-PNG, Ini Alasannya

Oleh karena itu, Kantor Imigrasi tetap melakukan pengawasan kepada WNA PNG yang mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Merauke.

"Bukan kita tidak mampu melaksanakan undang-undang yang berlaku tapi ini murni factor alasan kemanusiaan," tandas Togol. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved