Korupsi di Papua

Koruptor Kredit Fiktif Bank Papua Enarotali Total Rp 188 Miliar Dijebloskan ke Penjara, Ini Sosoknya

Berdasarkan hasil penyidikan, YPF diketahui merupakan aktor dari kasus korupsi kredit fiktif sebesar Rp188 miliar. Astsaga!

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
DITAHAN - Tersangka kasus korupsi kredit fiktif Bank Papua cabang Enarotali, Kabupaten Paniai, inisial YPF (rompi oranye), saat digelandang masuk ke mobil tahanan Kejaksaan Tinggi Papua, Rabu (27/7/2022) malam. YPF diketahui merupakan aktor dari kasus korupsi kredit fiktif sebesar Rp188 miliar. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menahan YPF, tersangka kasus korupsi kredit fiktif Bank Papua cabang Enarotali, Kabupaten Paniai, Rabu (27/7/2022) malam.

Berdasarkan hasil penyidikan, YPF diketahui merupakan aktor dari kasus korupsi kredit fiktif sebesar Rp188 miliar.

“Dia (YPF) aktor yang menandatangani semua perjanjian kredit 47 perusahaan dalam dugaan tindak pidana korupsi dan pemberian fasilitas kredit,” kata Koordinator Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Jusak Ayomi kepada wartawan termasuk Tribun-Papua.com, Rabu malam.

Baca juga: KPK Sita Rumah Bupati Mamberamo Tengah Papua, Ricky Ham Pagawak Kabur ke PNG: Dimiskinkan?

Selanjutnya, tersangka YPF tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Abepura.

“Atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, mereka ditahan selama 20 hari, jika penyidikan belum rampung bisa diperpanjang selama 40 hari,” imbuhnya.

Dengan ditahannya YPF, maka secara keseluruhan total tersangka kasus korupsi kredit fiktif ini bertambah menjadi 6 orang.

Sebelumnya, Kejati Papua telah menetapkan 5 tersangka lain masing-masing berinsial P, RLL, MP, BH, dan AWI.

Jusak Ayomi memuji kinerja para penyidik Kejati Papua dalam mengungkap kasus korupsi kredit fiktif Bank Papua cabang Enarotali, Kabupaten Paniai.

Baca juga: Kejati Papua Temukan Indikasi Dugaan Korupsi di Kabupaten Boven Digoel Sebesar Rp 2,9 Miliar

“Saya mengapresiasi tim penyidikan yang dalam dua minggu ini bisa kerja keras sampai jam tengah malam untuk mengungkap kasus-kasus korupsi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kasus ini berlangsung sejak tahun 2016 sampai 2017. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved