Info Merauke

Wabup Merauke Minta Petugas Tindak Tegas Pelaku Kejahatan di Perbatasan RI-PNG

Banyak jalan tikus, penyelundupan ganja, dan orang yang melawan NKRI. Ini perlu jadi catatan untuk diantisipasi dan ditindak tegas

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
RAKOR - Wabup Merauke saat menabuh tifa dalam rakor pembahasan dan penyelesaian isu-isu aktual di perbatasan negara dan tata cara penerbitan dokumen keimigrasian bagi WNI Papua Selatan yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke menggelar di Swiss-belHotel Merauke, Kamis (28/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Wakil Bupati Merauke, H Riduwan meminta semua elemen petugas pemerintah yang bertugas di pintu masuk suatu negara yakni kepabeanan (Custom), keimigrasian (Immigration), karantina (Quarantine) dan keamanan (Security) atau CIQS bersinergi menindak tegas pelaku kejahatan di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI-PNG).

Alasan Kemanusiaan, Warga PNG Hanya Bawa PLB Diizinkan Berobat ke RSUD Merauke

Hal itu ditegaskan Wabup dalam rapat koordinasi pembahasan dan penyelesaian isu-isu aktual di perbatasan negara dan tata cara penerbitan dokumen keimigrasian bagi WNI Papua Selatan yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke menggelar di Swiss-belHotel Merauke.

Menurutnya, banyak indikasi permasalahan yang timbul di wilayah perbatasan. Mulai dari penyelundupan ganja, pelintas ilegal hingga pemberontak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Banyak jalan tikus, penyelundupan ganja, dan orang yang melawan NKRI. Ini perlu jadi catatan untuk diantisipasi dan ditindak tegas," ujarnya. 

Pangkogabwilhan III, Letjen I Nyoman Cantiasa Ingatkan Prajurit Jangan Lengah di Perbatasan RI-PNG

Wabup mengatakan, wilayah perbatasan harus aman dari berbagai permasalahan negatif. Bahkan, persoalan kecil bisa berdampak luas jika dibiarkan. 

Orang nomor dua di Kabupaten Merauke ini pun geram dengan ulah warga PNG yang sering mempermasalahkan Warga Negara Indonesia (WNI) masuk PNG dengan dokumen lengkap. Sementara Warga Negara Asing (WNA) PNG dilayani baik di Merauke, Papua, Indonesia.

"WNI saat ke PNG dengan dokumen yang ada, masih dipermasalahkan. Sedangkan WNA PNG sampai di Sota, ada yang sekolah, berobat, jual beli. Bahkan sampai masuk ke wilayah Kota Merauke, lampu satu tanpa dokumen apa-apa. Jangan kita membiarkan sesuatu yang menyalahi aturan. Kita harus bertindak sesuai aturan," tandas H Riduwan. 

Baca juga: Prajurit TNI Satgas Rajawali Ajari Warga Papua di Perbatasan RI-PNG Bikin Minyak Goreng

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Togol Situmorang mengungkapkan, melalui rakor tersebut untuk mencari solusi. 

"Kita sama-sama mencari solusi. Salah satunya, disinyalir di Sota, Merauke perbatasan RI-PNG ada WNA PNG yang sekolah dan biasa berobat sehingga kita undang dinas pendidikan, dinas kesehatan dan lain-lain," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved