Sebut Pilpres Idealnya Diikuti Maksimal 3 Paslon, Sekjen PDIP: Syarat Menang Pemilu Tak Mudah

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Pilpres idealnya diikuti maksimal 3 pasangan calon (paslon).

TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Pilpres idealnya diikuti maksimal 3 pasangan calon (paslon). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap jumlah ideal kandidat dalam pemilihan presiden (Pilpres).

Hasto Kristiyanto mengatakan, Pilpres idealnya diikuti maksimal 3 pasangan calon (paslon).

Ia menegaskan bahwa pemilu harus digelar secara efektif dan efisien.

Hasto mengungkapkan hal tersebut ketika ditanya kemungkinan PDIP mengusung calon presiden-wakil presiden tanpa berkoalisi dengan partai politik lain.

Baca juga: Singgung Etika Politik, Ini Respons Hasto saat Ditanya Peluang Kerja Sama PDIP dan Nasdem

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

"Dalam konteks ideal, mengingat syarat-syarat menang pemilu tidak mudah karena itu basis legitimasi seorang pemimpin nasional kita, tentu saja secara ideal itu adalah 2 pasangan calon atau 3 pasangan calon paling banyak," ujar Hasto ketika ditemui di kantor DPP PDIP, Minggu (31/7/2022).

"Jelas kita ingin pemilu itu efisien, pemilu itu efektif, dan mampu melahirkan sosok pemimpin nasional yang hebat," ia menambahkan.

Diketahui, PDIP menjadi satu-satunya partai politik yang dapat mengusung calon presidennya sendiri tanpa koalisi dengan pihak lain.

Sebab, perolehan kursi PDIP di DPR RI sudah melampaui ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen kursi parlemen.

Baca juga: Pengamat Sebut PDIP dan PKS Ibarat Air dan Minyak: Tak Mudah Bersatu karena Beda Pondasi Ideologis

Sementara itu, partai-partai politik lain sudah mulai bergerilya membentuk koalisinya. PKB dan Gerindra disebut akan mengumumkan secara resmi koalisi mereka dalam waktu dekat.

Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS juga disebut-sebut telah menjajaki kerja sama politik menuju 2024.

Sementara itu, PAN, Golkar, dan PPP sudah lebih dulu berkoalisi dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Hasto menyampaikan, dalam membentuk koalisi, partainya akan mempertimbangkan konteks sosial-politik bahkan dinamika keadaan internasional saat ini.

Menurutnya, selama ini, komunikasi dan kerja sama PDIP dengan partai-partai politik dalam kabinet Jokowi terjalin dengan baik.

Baca juga: Pengamat Nilai Koalisi PDIP-Demokrat Bisa Terjadi jika Mega Berdamai dengan SBY: Harus Jadi Teladan

"Dalam kajian Burhanuddin Muhtadi, dalam kajian para akademisi, ada perbedaan-perbedaan ideologi itu suatu hal yang wajar. PDI berbeda dengan PKS, PDI berbeda dengan Demokrat, itu hal yang biasa di dalam politik sebagai diferensiasi sehingga rakyat punya pilihannya," jelas Hasto.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved