Breaking News:

Pemilu 2024

Akar Rumput Tak Akur, 2 Parpol Ini Pecah Kongsi: Demokrat dan NasDem Jadi Pilihan!

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) awalnya ingin berkoalisi dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Kompas.com
BERTEMU - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderalnya Johnny G Plate bersama Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsy dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Rabu (22/6/2022). (KOMPAS.com / Tatang Guritno) 

TRIBUN-PAPUA.COMPartai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) awalnya ingin berkoalisi dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Namun, dalam perjalanan, koalisi yang direncanakan sebagai Koalisi Semut Merah batal dilakukan karena PKB lebih memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Akhirnya, PKS pun mulai melirik Parpol lain guna menjalin kerjasama dalam menghadapi pesta rakyat yang dihelat pada 2024.

Baca juga: Geser Cak Imin, Prabowo Subianto Duet dengan Sosok Ini, Sayangnya Dilarang UUD 1945

PKS, diprediksi bakal merapat ke Partai NasDem ataupun Demokrat. Hal ini dikatakan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin.

"Tidak jadinya Koalisi Semut Merah maka kelihatannya PKS arahnya akan intens bergabung dengan Nasdem atau Demokrat," kata Ujang, Minggu (31/7/2022).

 

 

PKS dinilai lebih masuk akal untuk berkoalisi dengan partai besutan Surya Paloh ataupun Demokrat ketimbang dengan PKB.

Pasalnya, massa pendukung PKS dan PKB di tingkat bawah kerap kali tidak akur. Hal itu akan membuat kedua partai untuk membangun kerja sama.

Sementara PKB, kata Ujang, memang lebih mungkin berkoalisi dengan Gerindra.

Sebab, dengan berkongsi bersama partai berlambang kepala Garuda itu, terbuka peluang bagi Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto yang dikabarkan bakal kembali mencalonkan diri sebagai presiden.

Ujang memprediksi, seandainya pun PKB telah meresmikan kerja sama dengan Gerindra, kecil kemungkinan PKS akan merapat.

Alasannya, selain basis massa mereka yang kemungkinan tak sejalan, PKS sejak awal juga tak menjalin komunikasi dengan Gerindra.

Baca juga: Cak Imin Jadi Cawapres dari Sosok Ini Guna Lengserkan Jokowi: Prestasinya Mentereng!

"Seandainya nanti PKS itu tidak bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB itu sangat rasional dan realistis," ucap Ujang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved