Prediksi PKS Merapat ke Nasdem dan Demokrat, Pengamat Sebut Kemungkinan Ada 4 Poros di Pilpres 2024

Pengamat politik prediksi PKS bakal merapat ke Partai Nasdem atau Demokrat untuk Pemilu 2024 setelah gagal berkoalisi dengan PKB.

Tribunnews.com/istimewa
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022) - Pengamat politik prediksi PKS bakal merapat ke Partai Nasdem atau Demokrat untuk Pemilu 2024 setelah gagal berkoalisi dengan PKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi bakal merapat ke Partai Nasdem atau Demokrat untuk Pemilu 2024.

Prediksi itu disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin.

Diketahui, PKS sempat berencana membentuk Koalisi Semut Merah dengan PKB.

Namun, koalisi tersebut batal setelah PKB sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Baca juga: Lobi Demokrat dan PKS, Zulkifli Hasan Ingin Ada 1 Partai Lagi yang Gabung KIB: Biar Kokoh

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2017). (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

"Tidak jadinya Koalisi Semut Merah maka kelihatannya PKS arahnya akan intens bergabung dengan Nasdem atau Demokrat," kata Ujang kepada Kompas.com, Minggu (31/7/2022).

PKS dinilai lebih masuk akal untuk berkoalisi dengan Nasdem ataupun Demokrat ketimbang dengan PKB.

Pasalnya, massa pendukung PKS dan PKB di tingkat bawah kerap kali tidak akur

Hal itu akan membuat kedua partai untuk membangun kerja sama.

Sementara PKB, kata Ujang, memang lebih mungkin berkoalisi dengan Gerindra.

Sebab, dengan berkongsi bersama partai berlambang kepala Garuda itu, terbuka peluang bagi Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto yang dikabarkan bakal kembali mencalonkan diri sebagai presiden.

Baca juga: Minta Demokrat Tak Malu-malu, PAN Sebut Keuntungan Gabung KIB: Buy One Get Three

Ujang memprediksi, seandainya pun PKB telah meresmikan kerja sama dengan Gerindra, kecil kemungkinan PKS akan merapat.

Alasannya, selain basis massa mereka yang kemungkinan tak sejalan, PKS sejak awal juga tak menjalin komunikasi dengan Gerindra.

Lagi pula, jika PKS merapat ke PKB dan Gerindra, koalisi Nasdem dan Demokrat masih kekurangan suara buat memenuhi batas minimal pencalonan presiden atau presidential threshold.

"Seandainya nanti PKS itu tidak bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB itu sangat rasional dan realistis," ucap Ujang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved