Korupsi di Papua

Bupati Mamberamo Tengah Diburu, KPK Minta Bantuan KBRI di Papua Nugini Cari Ricky Ham Pagawak

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berkoordinasi dengan sejumlah pihak di Papua Nugini (PNG) untuk membantu mencari keberadaan koruptor tersebut.

Istimewa
Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak (RHP) resmi ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan DPO tersebut karena diduga, Ricky Ham Pagawak melarikan diri ke Papua Nugini (PNG). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak yang kini tersangka suap dan gratifikasi sekaligus buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melarikan diri ke Papua Nugini (PNG).

Kini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berkoordinasi dengan sejumlah pihak di Papua Nugini (PNG) untuk membantu mencari keberadaan koruptor tersebut.

"Sejauh ini, KBRI di Port Moresby sudah melakukan komunikasi awal dengan pihak-pihak terkait di PNG (Papua Nugini) atas kasus ini," kata Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Oknum TNI Diduga Bantu Pelarian Koruptor ke PNG, Danrem 172: Saya Tanggung Jawab Bila Terbukti

KPK menetapkan Ricky Ham Pagawak sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Ricky diduga melarikan diri ke Papua Nugini (PNG) saat hendak dijemput paksa oleh tim penyidik KPK.

Dirreskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebut Ricky sempat terlihat di Jayapura pada 13 Juli lalu.

Namun, keesokan paginya Ricky terlihat di Pasar Skouw, di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Pada 15 Juli, Ketua KPK Firli Bahuri kemudian menandatangani surat DPO atas nama Ricky Ham Pagawak.

Menurut Faizasyah, Kemenlu belum memperoleh informasi lebih lanjut apakah KPK sudah menyampaikan permohonan secara tertulis kepada aparat penegak hukum di Papua Nugini untuk membantu mencari Ricky.

"Saya belum memperoleh informasi apakah KPK sudah menyampaikan secara tertulis untuk ditindaklanjuti secara formal," ujar Faizasyah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved