Jika Nasdem, Demokrat dan PKS Berkoalisi, Pengamat Prediksi Sosok Capres-Cawapres yang Bakal Diusung

Pengamat memprediksi siapa sosok capres-cawapres yang bakal diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS jika ketiganya memutuskan berkoalisi.

Tribunnews.com/istimewa
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022) - Pengamat memprediksi siapa sosok capres-cawapres yang bakal diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS jika ketiganya memutuskan berkoalisi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi memprediksi sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bakal diusung jika Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkoalisi di Pilpres 2024.

Diketahui, sinyal koalisi antara Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS memang menguat setelah elite ketiga partai bertemu di acara pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ari memprediksi jika ketiganya benar berkoalisi maka besar kemungkinan mengusung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan capres-cawapres.

Baca juga: Prediksi PKS Merapat ke Nasdem dan Demokrat, Pengamat Sebut Kemungkinan Ada 4 Poros di Pilpres 2024

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022).
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022). (Tribunnews.com/istimewa)

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan menjadi satu di antara tiga nama calon presiden yang diusulkan Partai Nasdem.

Sementara, kata Ari, Demokrat juga menjagokan ketua umumnya sendiri yang tak lain adalah AHY untuk maju di panggung pilpres.

Menurut Ari, kemungkinan ini yang lantas memikat PKS untuk bergabung.

Apalagi, daya tawar partai pimpinan Akhmad Syaikhu itu terbilang rendah.

"Sepertinya (mengusung) Anies-AHY (sebagai capres-cawapres)," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (2/8/2022).

"Agenda politik Nasdem yang menjagokan Anies dan Demokrat yang mengusung AHY pasti akan diaminkan PKS karena partai ini tidak dalam posisi tawar yang tinggi," ujarnya.

Baca juga: Lobi Demokrat dan PKS, Zulkifli Hasan Ingin Ada 1 Partai Lagi yang Gabung KIB: Biar Kokoh

Ari menilai, koalisi antara Demokrat, Nasdem, dan PKS terbilang masuk akal.

Justru, yang janggal adalah PKS yang semula hendak bergandengan dengan PKB. Sebabnya, massa pendukung kedua partai sangat diametral.

PKS juga hampir tidak mungkin bekerja sama dengan PDI Perjuangan, lantaran kultur poltik keduanya sangat berbeda.

Sementara, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah lebih dulu membentuk kongsi bernama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Yang paling memungkinkan memang PKS bertandem dengan Demokrat karena kesejarahannya di pilpres-pilpres sebelumnya," ucap Ari.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved