Korupsi di Papua

Pekan Ini, Bupati Boven Digoel Diperiksa Kejati Papua terkait Dugaan Korupsi Rp2,9 Miliar

Bupati Boven Digoel, HY segera diperiksa terkait keterlibatannya dalam indikasi penyelewengan dana Rp2,9 miliar, atas kasus dugaan korupsi dana BUMD.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
KORUPSI - Kejaksaan Tinggi Papua akan memanggil Bupati Boven Digoel untuk diperiksa terkait indikasi korupsi dana BUMD Perusahaan Daerah (PD) Boven Digoel Sejahtera. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kejaksaan Tinggi Papua dalam pekan ini dijadwalkan memanggil Bupati Boven Digoel inisial HY.

HY bakal diperiksa terkait keterlibatannya dalam indikasi penyelewengan dana sebesar Rp2,9 miliar, atas kasus dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kami sudah layangkan surat panggilan kepada Bupati HY, tinggal diperiksa saja,” kata Koordinator Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Jusak Ayomi kepada wartawan termasuk Tribun-Papua.com, Rabu, pekan lalu.

Baca juga: Sekda dan 4 Pejabat Boven Digoel Diganti, Bupati Dinilai Salahgunakan Wewenang

Kejati Papua juga telah memeriksa mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel berinisial YA pada Rabu (27/7/2022) malam.

Setidaknya, ada 7 orang yang nanti akan diperiksa dalam indikasi kasus korupsi dana BUMD Perusahaan Daerah (PD) Boven Digoel Sejahtera.

Tujuh orang tersebut yakni Bupati, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, serta Direktur BUMD PD Boven Digoel Sejahtera.

Kemudian, Kepala Bank BRI cabang Boven Digoel, Sekretaris Inspektorad, Pengawas BUMD, dan Direktur Keuangan BUMD.

“Baru mantan Sekretaris Daerah yang kami periksa, nanti 6 lainnya menyusul,” ujar Jusak.

Kejati Papua sendiri mencium adanya indikasi kasus korupsi ini berdasarkan penelusuran terkait permintaan dana dari Bupati Boven Digoel, HY.

Adapun indikasi itu tercium lantaran Bupati HY mengeluarkan disposisi kepada PD Boven Digoel Sejahtera sebesar Rp2 miliar untuk kepentingan pelayanan masyarakat dalam rangka Hari Natal pada 25 Desember 2021.

Kemudian, pada Februari 2022, Bupati HY mengeluarkan disposisi lagi tapi dengan jumlah yang lebih sedikit, yakni senilai Rp1 miliar.

Baca juga: Kejati Papua Temukan Indikasi Dugaan Korupsi di Kabupaten Boven Digoel Sebesar Rp 2,9 Miliar

Tujuan disposisi itu untuk kepentingan kerja Bupati sekalihus pelantikan serta peletakan baru pertama gereja di Firiwage, Kabupaten Boven Digoel.

Namun, dari Rp1 miliar tersebut, Bupati HY baru mengembalikan dana sejumlah Rp100 juta ke kas BUMD PD Boven Digoel Sejahtera.

Sedangkan Rp2,9 miliar sebagai dana sisa dari total keseluruhan tersebut sampai saat ini belum dikembalikan ke kas BUMD. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved