Kesal Sering Ditagih Utang Rp 150 Ribu, 3 Remaja Bunuh Temannya, Kini Pelaku Terancam Hukuman Mati

Seorang remaja berinisial NA (17), warga Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dibunuh oleh tiga temannya sendiri karena menagih utang.

(KOMPAS.com)
Ilustrasi garis polisi - Seorang remaja berinisial NA (17), warga Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dibunuh oleh tiga temannya sendiri karena menagih utang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang remaja berinisial NA (17), warga Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dibunuh oleh tiga temannya sendiri.

Kasus tersebut terungkap ketika warga di Desa Bukit Tigo, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, menemukan sesosok mayat nyaris tinggal tengkorak pada Rabu (6/7/2022).

Mayat tersebut tersebut ditemukan terlentang di sebuah sungai kecil dengan sebagian tubuh sudah utuh dan ditumpuk dengan kayu serta karung pasir.

Baca juga: Butuh Uang untuk Nikah, Sepasang Kekasih Bunuh Wanita yang Tak Bisa Bayar Utang lalu Buang Jasadnya

ILUSTRASI
ILUSTRASI garis polisi  (ntmcpolri.info)

Sempat Hilang

Belakangan diketahui jika mayat tersebut adalah NA yang hilang sejak 25 Juni 2022 dari sekolahnya di salah satu SMK di Soralangun.

Sebelum hilang, NA sempat menelepon orangtuanya untuk dijemput di pesantren. Namun saat dijemput tanggal 26 Juni 2022, keberadaan NA tak diketahui.

"Namun ada temannya yang sempat melihat ponakan saya, pergi bersama beberapa teman lainnya dan sejak itu tidak terlihat lagi, " ujar Awi, paman NA pada 6 Juli 2022.

Saat dua itu ada dua info yang beredar. Yang pertama NA disebut berselisih paham dengan beberapa siswa hingga siswa-siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah.

NA disebut terlibat utang piutang dengan sesama rekannya.

Baca juga: Pemuda Tikam Temannya karena Kesal Ditagih utang Rp 2,5 Juta, Sengaja Ajak Bertemu di Stadion

"Keluarga menduga dengan kejadian itu, ada keterkaitan dengan menghilangnya keponakan saya itu, " ujar Awi.

Kabar kedua, warga sekitar menyebut NA pergi menggunakan kendaraan bus seorang diri.

"Sejak dinyatakan hilang pada 25 Juni, baru hari ini kita mendapat kabar ada penemuan mayat yang sedikit banyak memiliki kesamaan ciri, " ujarnya.

"Diantara ciri yang melekat yakni, dari karang gigi yang menghitam dan juga baju yang dikenakan bertuliskan Umar bin Khatab. Namun untuk fisik tubuh sudah sulit dikenali, " beber dia.

Lokasi penemuan mayat NA tak jauh dari sekolah korban, tepatnya di belakang pondok pesantren tempat korban menuntut ilmu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved