Kekeringan di Lanny Jaya Papua

Mahasiswa Lanny Jaya di Jayapura Galang Bantuan untuk Korban Bencana Kelaparan di Distrik Kwiyawage

Selain uang, tim kemanusiaan ini juga menggalang bantuan lainnya yang akan diserahkan kepada ratusan warga terdampak bencana di Lanny Jaya, Papua.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
GALANG - Mahasiswa Lanny Jaya yang tergabung dalam Tim Peduli Kemanusiaan galang dana d9i Kota Jayapura untuk membantu korban bencana di Distrik Kwiyawage, Rabu (3/8/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mahasiswa Lanny Jaya yang terbagung dalam tim kemanusiaan menggalang dana sukarela untuk korban bencana cuaca ekstrem di Distrik Kwiyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Penggalangan dana sukarela digelar di beberapa titik sekitar Kota Jayapura, Rabu (3/8/2022).

Selain uang, tim kemanusiaan ini juga menggalang bantuan lainnya yang akan diserahkan kepada ratusan warga terdampak bencana.

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Warga Meninggal Kelaparan di Kuyuwage Lanny Jaya, 548 Orang Terdampak Cuaca Ekstrem

Koordinator Lapangan Tim Peduli Kemanusiaan untuk Lanny Jaya, Petron Wanena mengatakan, pihaknya harus bergerak untuk membantu masyarakat di daerahnya.

"Kesusahan mereka adalah kesuhan kita bersama. Untuk itu, kami lakukan penggalangan dana secara sukarela di Kota Jayapura," katanya kepada Tribun-Papua.com, di Perumnas III Waena.

Penggalangan dana sukarela dan bantuan kemanusiaan akan digelar selama tiga hari ke depan.

Di antaranya Perumnas III dan Expo Waena.

"Untuk dana yang terkumpul nanti bakal kita gunakan membeli bahan makanan (bama), pakaian layak pakai serta keperluan lainnya untuk masyarakat terdampak bencana," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Warga di Lanny Jaya Terdampak Kekeringan karena Embun Beku, Kelaparan setelah Gagal Panen

Adapun tujuan aksi ini untuk membantu keluarga beserta orang tua di Distrik Kwiyawage, Kabupaten Lanny Jaya.

Dikabrkan sebelumnya, empat orang warga warga Distrik Kuyuwage di Kabupaten Lanny Jaya, Papua meninggal dunia akibat kelaparan.

Sebanyak 548 warga lainnya terdampak cuaca ekstrem berupa embun es yang menyebabkan perkebunan warga rusak.

Hal itu pun membuat gagal panen dan warga terancam kelaparan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved