Breaking News:

Kekeringan di Lanny Jaya Papua

Dinas Pertanian Papua Rekomendasikan Ubah Masa Tanam Ubi Jalar di Lanny Jaya

Jika peristiwa alam ini terjadi pada Juli dan Agustus, maka masa tanam ubi jalar harus dimajukan, sehingga bisa dipanen sebelum Juli

Tribun-Papua
UBAH POLA TANAM - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Semuel Siriwa merekomendasikan warga Lanny Jaya untuk mengubah masa tanam ubi jalar di wilayah setempat, guna menyikapi ancaman embun beku yang terjadi secara periodik. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Semuel Siriwa merekomendasikan warga di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua untuk mengubah masa tanam ubi jalar di wilayah tersebut guna menyikapi ancaman embun beku yang terjadi secara periodik.

BREAKING NEWS: 4 Warga Meninggal Kelaparan di Kuyuwage Lanny Jaya, 548 Orang Terdampak Cuaca Ekstrem

“Contohnya jika peristiwa alam ini terjadi pada Juli dan Agustus, maka masa tanam ubi jalar itu harus dimajukan, sehingga bisa dipanen sebelum Juli untuk ketahanan pangan,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, masyarakat setempat pastinya sudah tahu cara membudidaya ubi jalar.

Kemungkinan kurang antisipasi untuk menyiapkan ketersediaan komoditi ini dalam menghadapi peristiwa alam embun beku tersebut.

Mengenal Distrik Kuyawage di Lanny Jaya yang Sudah Terdampak Embun Beku 3 Kali

Menurut dia, dulu pernah ada Fakultas Pertanian dari salah universitas ternama yang melakukan kajian terkait pola tanam tersebut di Kabupaten Lanny Jaya.

Dimana peristiwa alam embun beku sebenarnya terjadi pada periode tertentu dan hanya bisa diatasi dengan budidaya ubi jalar. Karena tanaman tersebut dinilai sudah beradaptasi dengan baik di wilayah tersebut.

Di sisi lain, masyarakat setempat juga lebih memahami bagaimana menyimpan ubi jalar di dalam tanah, sehingga bisa dipanen secara bertahap.

Respons Bupati Lanny Jaya Papua Terkait Bencana di Kuyuwage: Kalau Ada Tanda Bencana Cepat Melapor

“Kemarin munculnya beras raskin dan beras murah ini juga mengubah pola konsumsi masyarakat setempat. Jadi yang semestinya kita harus terus pertahankan pangan lokal,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyebut terdapat tiga kampung di Lanny Jaya, yakni Kampung Kuyawage, Kampung Lauren dan Kampung Jugu Nomba yang terdampak fenomena embun beku sejak awal Juni 2022.

Kondisi ini membuat 269 jiwa di daerah itu kesulitan pangan, dimana 56 lahan perkebunan ubi jalar dan sayur-sayuran di Kampung Lauren dan Jugu Nomba mengalami kerusakan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved